RADARBANYUWANGI.ID – Bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyuwangi.
Ratusan pedagang yang menjajakan aneka makanan dan minuman takjil di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo merasakan peningkatan penjualan yang cukup signifikan.
Bahkan, sejumlah pedagang mengaku omzet yang diperoleh selama Ramadan bisa meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Kawasan tersebut memang dikenal sebagai salah satu pusat berburu takjil favorit masyarakat Banyuwangi saat menjelang waktu berbuka puasa.
300 Lapak UMKM Ramaikan Jalan Letjen Sutoyo
Di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo tercatat ada sekitar 300 lapak UMKM yang membuka dagangan khusus selama Ramadan tahun ini. Deretan lapak tersebut menyajikan berbagai pilihan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Mulai dari minuman segar, jajanan tradisional, aneka gorengan, hingga berbagai jenis makanan kekinian yang menjadi favorit masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (9/3), kawasan Jalan Letjen Sutoyo terlihat dipadati warga yang memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit.
Masyarakat terlihat berjalan menyusuri deretan lapak sambil memilih berbagai jenis takjil untuk dibawa pulang.
Suasana ramai tersebut menjadi peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan mereka selama Ramadan.
Pedagang Minuman Rasakan Lonjakan Omzet
Salah satu pedagang minuman “magic water”, Mareta, mengaku penjualan selama Ramadan meningkat cukup signifikan.
Menurutnya, minuman yang ia jual cukup diminati masyarakat yang ingin berbuka dengan minuman segar.
“Memang ramai saat bulan puasa. Omzet bisa naik dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Biasanya bisa menjual sekitar 40 sampai 50 gelas per hari,” ujarnya.
Mareta menjual minuman tersebut dengan harga Rp 7.000 per gelas untuk ukuran kecil dan Rp 10.000 untuk ukuran besar.
Meski demikian, ia mengakui kondisi cuaca yang sering hujan pada sore hari cukup memengaruhi jumlah pembeli yang datang.
“Tapi selama Ramadan ini sering hujan. Hampir dua sampai tiga hari hujan saat sore hari. Jadi sangat berpengaruh dengan dagangan saya. Yang biasanya beli sampai lima gelas, bahkan pernah hanya terjual satu gelas saja,” ungkapnya.
Pedagang Sate Taichan Bisa Raih Rp 1 Juta per Hari
Lonjakan penjualan selama Ramadan juga dirasakan oleh pedagang makanan, salah satunya pedagang sate taichan.
Febrian, pedagang sate taichan di kawasan tersebut, mengatakan penjualan selama Ramadan tergolong cukup baik, terutama saat cuaca mendukung dan tidak turun hujan.
Menurutnya, pembeli biasanya mulai berdatangan sejak sore hingga menjelang waktu berbuka puasa.
“Penjualan lumayan. Ketika Ramadan bisa sampai Rp 800 ribu sampai kadang Rp 1 juta per hari kalau tidak hujan,” katanya.
Ramainya pengunjung yang datang untuk ngabuburit menjadi faktor utama meningkatnya penjualan para pedagang.
Warga Manfaatkan Ngabuburit Berburu Takjil
Bagi masyarakat Banyuwangi, kawasan Jalan Letjen Sutoyo memang menjadi salah satu tempat favorit untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.
Selain berjalan santai, warga juga dapat menikmati beragam pilihan makanan dan minuman yang dijual para pedagang.
Salah satu warga Kelurahan Penataban, Farhan, mengaku hampir setiap Ramadan datang ke kawasan tersebut untuk membeli takjil.
“Memang memanfaatkan momen Ramadan sambil menunggu waktu buka sekalian membeli makanan maupun minuman,” ujarnya.
Menurutnya, banyaknya pilihan makanan yang dijual membuat kawasan tersebut selalu ramai pengunjung setiap sore.
UMKM Datang dari Berbagai Kecamatan
Lurah Tukang Kayu, Hotmada Tanjung, menjelaskan bahwa ratusan pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Jalan Letjen Sutoyo tidak hanya berasal dari wilayah Kelurahan Tukang Kayu.
Sebagian besar pedagang juga datang dari berbagai kecamatan di Banyuwangi.
“Sebanyak 300 pelaku UMKM yang terdaftar tahun ini tidak hanya berasal dari wilayah Kelurahan Tukang Kayu, tetapi juga dari berbagai daerah, mulai dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan pasar takjil tersebut sudah berlangsung selama empat tahun terakhir dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Ribuan PKL Ramaikan Ramadan Banyuwangi
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengatakan tingginya perputaran ekonomi selama Ramadan tidak lepas dari banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang terlibat.
Menurutnya, secara keseluruhan jumlah pedagang yang berjualan selama Ramadan di berbagai titik di Banyuwangi mencapai sekitar 3.000 orang.
“Tahun ini total ada sekitar 3.000-an PKL yang berjualan. Jumlahnya sebenarnya berkurang dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berkurangnya jumlah pedagang salah satunya dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang sering turun hujan deras.
Akibatnya, sebagian pedagang tidak dapat berjualan secara maksimal selama Ramadan.
Meski demikian, perputaran ekonomi dari aktivitas pasar takjil tetap cukup besar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Banyuwangi.
Ramainya kawasan penjualan takjil setiap sore menunjukkan bahwa Ramadan masih menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin