RADARBANYUWANGI.ID – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji tabung tiga kilogram (kg) atau yang dikenal dengan gas melon di wilayah Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, dipastikan dalam kondisi aman.
Hal tersebut diketahui setelah Camat Singojuruh melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau langsung distribusi dan stok energi bersubsidi tersebut di sejumlah titik, Senin (9/3).
Sidak dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun praktik penimbunan BBM dan elpiji yang dapat merugikan masyarakat.
Cek SPBE, SPBU, dan Toko Kelontong
Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto bersama jajaran pemerintah kecamatan melakukan pengecekan di beberapa lokasi strategis.
Di antaranya dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di Desa Gambor dan Desa Benelan Kidul, serta satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Alasmalang.
Selain itu, tim juga melakukan pengecekan di sejumlah toko kelontong yang menjual gas elpiji tabung tiga kilogram kepada masyarakat.
Iwan menjelaskan bahwa dari hasil sidak tersebut, stok gas elpiji bersubsidi di wilayah Singojuruh masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami melakukan sidak di dua SPBE yang ada di Desa Gambor dan Desa Benelan Kidul. Dari dua lokasi tersebut, ketersediaan gas melon masih aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengecekan juga dilakukan di sejumlah toko kelontong guna memastikan distribusi gas elpiji tetap berjalan normal hingga ke tingkat pengecer.
Stok BBM Aman Meski Tidak Sampai 20 Hari
Selain gas elpiji, pemerintah kecamatan juga melakukan pengecekan ketersediaan bahan bakar minyak di SPBU Desa Alasmalang.
Berdasarkan hasil pemantauan, stok BBM yang tersedia di SPBU tersebut tidak mencapai cadangan untuk 20 hari.
Meski demikian, pihak SPBU telah memiliki mekanisme pengisian ulang secara berkala sebelum stok benar-benar habis.
“Ketika stok BBM diperkirakan akan habis dalam waktu dua hari, maka akan langsung dilakukan pengisian kembali. Jadi ketersediaan BBM masih aman,” jelas Iwan.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini salah satu pompa pengisian BBM jenis Pertamax sedang mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan.
“Pompa pengisian Pertamax memang sedang rusak dan sedang dilakukan perbaikan. Diperkirakan sekitar tiga hari sudah selesai,” bebernya.
Dengan kondisi tersebut, pelayanan pengisian BBM di SPBU setempat tetap berjalan meskipun dengan beberapa penyesuaian.
Warga Diminta Tidak Menimbun BBM dan Elpiji
Camat Singojuruh juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan BBM maupun gas elpiji bersubsidi.
Menurutnya, pembelian dalam jumlah berlebihan dapat memicu kelangkaan dan mengganggu distribusi energi di masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk membeli BBM dan gas elpiji sesuai kebutuhan sehari-hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menimbun BBM maupun gas melon. Belilah sesuai kebutuhan saja,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Singojuruh memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM dan elpiji guna menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Dengan pengawasan tersebut, diharapkan ketersediaan BBM dan gas elpiji bersubsidi di wilayah Singojuruh tetap terjaga dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin