RADARBANYUWANGI.ID – Infrastruktur penghubung antarwilayah di wilayah selatan Banyuwangi kembali bertambah.
Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, resmi dioperasikan dan mulai dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan gantung yang dibangun oleh TNI Angkatan Darat tersebut kini menjadi akses penting bagi warga untuk menunjang aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga kegiatan sosial.
Sebelumnya, masyarakat harus memutar cukup jauh bahkan menyeberangi sungai untuk menuju wilayah seberang.
Peresmian jembatan dilakukan oleh Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya bersama masyarakat setempat, Senin (9/3).
Acara tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Myanuarto Bramuda, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi, camat, hingga kepala desa setempat.
Peresmian jembatan ini sekaligus menjadi bagian dari peluncuran 200 jembatan perintis yang dibangun secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Dibangun di Atas Sungai Bango
Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya menjelaskan, jembatan gantung tersebut dibangun melintasi Sungai Bango yang memiliki lebar sekitar 34 meter.
Bentangan jembatan mencapai 50 meter dengan lebar 1,60 meter. Lebar tersebut merupakan hasil penyesuaian setelah menerima masukan dari masyarakat setempat.
“Awalnya lebar jembatan dirancang 1,20 meter. Namun setelah ada masukan dari warga, kami menambah masing-masing 20 sentimeter di sisi kanan dan kiri agar lebih nyaman dilalui,” ujar Triyadi.
Jembatan Perintis Garuda ini menghubungkan Desa Seneporejo di Kecamatan Siliragung dengan Desa Sambirejo di Kecamatan Bangorejo.
Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat di dua wilayah tersebut.
Pembangunan Dilakukan 41 Hari Nonstop
Triyadi menjelaskan, pembangunan jembatan dilakukan selama 41 hari, dimulai pada 10 Januari hingga 20 Februari 2026.
Selama proses pembangunan, prajurit TNI bersama warga bekerja secara bergantian selama 24 jam setiap hari.
“Kami membagi anggota dalam empat shift sehingga pekerjaan bisa berjalan terus selama 1x24 jam,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga sekitar.
“Kegiatan ini murni pengabdian. Harapannya jembatan ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Permudah Akses Sekolah dan Aktivitas Warga
Keberadaan jembatan ini memberikan dampak besar bagi kehidupan warga, terutama bagi anak-anak yang sebelumnya harus menempuh jalur memutar atau menyeberangi sungai untuk menuju sekolah.
Selain itu, jembatan juga memudahkan akses menuju tempat mengaji serta mempercepat mobilitas warga yang bekerja di sawah dan ladang.
“Sekarang anak-anak bisa lebih cepat ke sekolah dan tempat mengaji. Warga juga lebih mudah menuju lahan pertanian mereka,” kata Triyadi.
Dengan dibukanya Jembatan Perintis Garuda, aktivitas masyarakat di dua desa tersebut diharapkan semakin lancar. Selain mendukung pendidikan, jembatan ini juga diprediksi mempercepat pergerakan ekonomi warga di wilayah selatan Banyuwangi. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin