RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Tidak sekadar menjadi pekerja di lahan, anak-anak muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi dan teknologi modern di dunia pertanian.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian sangat dibutuhkan, terutama dalam penerapan teknologi pertanian modern atau smart farming.
Menurut Ipuk, inovasi yang dibawa anak muda dapat mempercepat transformasi sektor pertanian menjadi lebih modern, efisien, dan produktif.
“Keterlibatan anak muda di dunia pertanian sangat penting, utamanya dalam penerapan teknologi pertanian atau smart farming,” ujarnya saat berdialog dengan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Surangganti dan para petani milenial di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, beberapa hari lalu (1/3).
Ipuk menambahkan, generasi muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan di sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, kreativitas, serta ide-ide baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Karena itu, Pemkab Banyuwangi terus mendorong lahirnya petani milenial yang mampu mengelola pertanian secara profesional dan modern.
“Kami ingin mendorong pemuda tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa ide-ide baru, teknologi, dan praktik pertanian modern ke lapangan,” kata Ipuk.
Ia juga menegaskan bahwa upaya mendorong generasi muda masuk ke sektor pertanian sejalan dengan program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan semakin banyak anak muda yang terlibat di sektor pertanian, diharapkan produksi pangan nasional dapat terus meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Salah satu contoh penerapan pertanian modern di Banyuwangi dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh Gapoktan Surangganti di Desa Gladag.
Kelompok tani tersebut memiliki Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) bernama Tani Makmur.
UPJA Tani Makmur menyediakan berbagai layanan jasa alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung kegiatan budidaya, mulai dari tahap pengolahan lahan hingga panen.
Menariknya, layanan ini juga melibatkan anak-anak muda sebagai operator alat pertanian modern.
Berbagai jenis alsintan tersedia untuk membantu petani meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
Beberapa di antaranya adalah traktor untuk pengolahan tanah, grain seeder untuk proses penyemaian bibit, serta transplanter yang digunakan untuk menanam benih padi secara mekanis.
Selain itu, terdapat pula drone sprayer yang digunakan untuk menyemprotkan pupuk cair maupun pestisida secara lebih merata dan efisien.
Sementara untuk proses panen, petani dapat menggunakan combine harvester yang mampu memanen padi secara cepat dalam satu proses kerja.
Manajer UPJA Tani Makmur, Heru, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi pertanian modern memberikan banyak keuntungan bagi petani.
Keuntungan tersebut tidak hanya dari sisi peningkatan produktivitas, tetapi juga efisiensi biaya serta waktu kerja.
Menurutnya, penggunaan alsintan mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja dalam proses budidaya tanaman padi.
“Untuk satu hektare lahan, menanam padi secara manual biasanya membutuhkan sekitar 12 orang pekerja per hari. Dengan menggunakan transplanter, cukup empat orang saja per hari,” jelas Heru.
Dengan demikian, biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan petani dapat ditekan secara signifikan.
Selain efisiensi biaya, penggunaan alat pertanian modern juga memberikan keuntungan dari sisi waktu.
Proses tanam dapat dilakukan lebih cepat sehingga luas lahan yang dapat ditanami dalam satu periode juga menjadi lebih besar.
“Semakin cepat proses tanam dilakukan, maka luasan tanam yang dihasilkan juga semakin besar. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan produksi petani,” imbuhnya.
Pemkab Banyuwangi berharap pengembangan pertanian modern yang melibatkan generasi muda ini dapat terus berkembang di berbagai wilayah.
Selain meningkatkan hasil produksi, kehadiran petani milenial juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah pada produk pertanian.
Dengan demikian, sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Bumi Blambangan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin