RADARBANYUWANGI.ID - Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi mengalami penurunan peringkat dari bintang 5 menjadi bintang 4 dalam penilaian terbaru lembaga pemeringkat penerbangan independen asal Inggris, Skytrax.
Penurunan status ini mencerminkan ketertinggalan sejumlah komponen layanan yang dinilai tidak lagi memenuhi standar tertinggi pemeringkatan internasional.
Dalam rilisnya yang dipublikasikan awal Maret 2026, Skytrax menyebut Garuda Indonesia tengah melewati periode perubahan dan restrukturisasi yang berdampak pada kualitas produk layanan.
"Dengan banyaknya produk layanan di dalam pesawat serta fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat usang dan membutuhkan peningkatan maupun modernisasi, peringkat Garuda Indonesia diturunkan menjadi maskapai berstatus 4-Star," tulis Skytrax dalam laman resminya, dikutip Senin (2/3/2026).
Aspek yang menjadi sorotan utama mencakup kenyamanan kabin, kursi, sistem hiburan dalam pesawat, fasilitas bandara, hingga berbagai layanan tambahan.
Seluruh komponen tersebut dinilai telah jatuh di bawah ambang penilaian yang disyaratkan untuk status bintang 5.
Meski demikian, Skytrax memberikan catatan positif terhadap kualitas sumber daya manusia Garuda.
Standar pelayanan awak kabin dan staf darat masih dianggap baik dan memadai.
Namun kondisi itu tidak cukup untuk mempertahankan predikat tertinggi apabila fisik produk dan infrastruktur layanan tidak mengikuti standar yang berlaku.
"Meskipun standar layanan staf dinilai masih baik, standar produk layanan dinilai telah mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir sehingga tidak lagi mampu mempertahankan tingkat peringkat sebelumnya," papar Skytrax.
Penurunan ini menjadi tantangan nyata bagi manajemen Garuda untuk segera berbenah.
Modernisasi armada, pembaruan fasilitas kabin, dan peningkatan pengalaman penumpang di bandara menjadi agenda mendesak jika maskapai pelat merah ini ingin merebut kembali predikat bintang 5 yang pernah disandangnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi