RADARBANYUWANGI.ID - Kabar gembira bagi pengemudi ojek online (ojol). Pemerintah memastikan Bonus Hari Raya (BHR) atau Tunjangan Hari Raya (THR) bagi mitra driver akan kembali cair pada Lebaran 2026.
Penyaluran BHR ditargetkan lebih awal, yakni mulai H-14 hingga paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu para pengemudi memenuhi kebutuhan jelang Lebaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan keputusan tersebut telah melalui komunikasi intensif antara pemerintah dan perusahaan aplikator transportasi online.
“Jumlah yang diberikan BHR tahun 2026 mencakup kepada sekitar 850.000 mitra penerima atau pengemudi dengan nilai total Rp 220 miliar,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
850 Ribu Driver Terima BHR Rp 220 Miliar
Menurut Airlangga, total anggaran BHR ojol tahun ini mencapai Rp 220 miliar.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan adanya komitmen lebih besar dalam memberikan apresiasi kepada mitra pengemudi.
Dari total 850.000 penerima, masing-masing aplikator besar akan menyalurkan kepada sekitar 400.000 mitra driver.
Perusahaan transportasi online seperti Grab dan Gojek disebut akan membagikan BHR kepada masing-masing 400.000 pengemudi aktif di platform mereka.
“Gojek dan Grab itu akan membagikan BHR masing-masing ke 400.000 mitra pengemudi,” ujar Airlangga.
Penyaluran Ditargetkan Lebih Awal
Pemerintah mendorong agar penyaluran dilakukan lebih cepat dibandingkan mendekati Lebaran.
Hal ini untuk memastikan para pengemudi memiliki waktu yang cukup dalam mengatur kebutuhan rumah tangga.
“Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri,” tegas Airlangga.
Langkah percepatan ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya, sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional.
Bentuk Apresiasi bagi Mitra Pengemudi
BHR atau THR ojol merupakan bentuk apresiasi kepada mitra pengemudi yang telah berkontribusi besar dalam mendukung mobilitas masyarakat dan ekonomi digital.
Meski berstatus sebagai mitra, bukan karyawan tetap, pemerintah bersama aplikator terus mencari formulasi kebijakan yang adil dan berkelanjutan bagi para driver.
Program ini juga menjadi sinyal bahwa sektor ekonomi digital tetap mendapat perhatian serius, terutama dalam hal perlindungan dan kesejahteraan mitra kerja.
Dampak Positif ke Ekonomi Jelang Lebaran
Penyaluran BHR kepada 850.000 pengemudi diperkirakan akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian.
Tambahan dana segar Rp 220 miliar berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga, terutama di sektor ritel, pangan, dan kebutuhan Lebaran.
Dengan pencairan lebih awal, diharapkan para driver ojol dapat mempersiapkan kebutuhan hari raya tanpa tekanan finansial berlebih.
Kebijakan THR ojol Lebaran 2026 ini pun menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kesejahteraan pelaku ekonomi digital tetap terjaga di tengah dinamika global. (*)
Editor : Ali Sodiqin