Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Daging dan Telur Ayam Sumbang Inflasi Banyuwangi Februari 2026, BPS Catat Kenaikan 4,47 Persen YoY

Sigit Hariyadi • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:00 WIB

KEREK INFLASI: Pedagang menimbang daging ayam sebelum diserahkan ke konsumen di Pasar Banyuwangi, Selasa (3/3).
KEREK INFLASI: Pedagang menimbang daging ayam sebelum diserahkan ke konsumen di Pasar Banyuwangi, Selasa (3/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Setelah sempat mengalami deflasi pada Januari lalu, Kabupaten Banyuwangi kembali mencatat inflasi pada Februari 2026.

Sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama kenaikan harga secara tahunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi mencatat, secara bulanan atau month to month (m-t-m), inflasi pada Februari mencapai 0,94 persen.

Sementara secara tahunan atau year on year (y-o-y) tercatat sebesar 4,47 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/y-t-d) sebesar 0,73 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Banyuwangi, Abdus Salam, menjelaskan inflasi y-o-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

Photo
Photo

Kelompok Pengeluaran Naik Signifikan

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 21,58 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 20,31 persen.

Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 2,99 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,96 persen.

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 0,68 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan serta pendidikan masing-masing naik 0,38 persen.

Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya meningkat 0,37 persen, kelompok kesehatan 0,23 persen, dan transportasi 0,01 persen.

“Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami penurunan indeks sebesar 0,40 persen,” ujar Abdus Salam melalui Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Senin (2/3).

Daging dan Telur Ayam Dominan Sumbang Inflasi

Secara tahunan (y-o-y), komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Februari 2026 antara lain emas perhiasan, tarif listrik, beras, jeruk, daging ayam ras, ikan tongkol, bawang merah, ikan lemuru, telur ayam ras, dan daging sapi.

Daging dan telur ayam ras tercatat sebagai komoditas pangan yang cukup signifikan menyumbang kenaikan indeks harga konsumen (IHK).

Kenaikan harga dua komoditas tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan serta distribusi yang belum sepenuhnya stabil menjelang Ramadan.

Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil deflasi y-o-y antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang putih, tomat, bensin, wortel, kelapa, dan gula pasir.

Inflasi Bulanan Terdorong Harga Pangan

Secara bulanan (m-t-m), komoditas yang dominan menyumbang inflasi Februari antara lain emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, beras, jeruk, jagung manis, cabai merah, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, serta telur ayam ras.

Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan antara lain wortel, bensin, angkutan udara, kelapa, tomat, bawang putih, pir, salak, bawang merah, susu bubuk, susu bubuk untuk balita, apel, cumi-cumi, tarif kereta api, pepaya, ketimun, kentang, nanas, daun bawang, dan susu bubuk untuk bayi.

Sempat Deflasi pada Januari

Sebelumnya, pada Januari 2026, Banyuwangi sempat mengalami deflasi secara bulanan sebesar 0,21 persen.

Artinya, dibandingkan Desember 2025, indeks harga konsumen di daerah yang dikenal sebagai The Sunrise of Java itu turun tipis.

Namun secara tahunan pada Januari 2026, Banyuwangi tetap mengalami inflasi sebesar 3,24 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan IHK dari 107,28 pada Januari 2025 menjadi 110,76 pada Januari 2026.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada Februari kembali mendorong inflasi, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya diiringi peningkatan permintaan bahan pokok.

BPS mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk terus memantau pergerakan harga, terutama pada komoditas strategis seperti beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras, guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Dengan tren kenaikan ini, pengendalian inflasi menjadi perhatian penting agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah di Banyuwangi. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#daging ayam ras #harga beras Banyuwangi #Februari 2026 #telur ayam ras #inflasi Banyuwangi #emas perhiasan inflasi