Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Tinjau KNMP Banyuwangi, Siap Bantu Kapal dan Bangun SPBN di Plengsengan

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 4 Maret 2026 | 03:00 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono didampingi Bupati Ipuk Fiestindani berbincang dengan nelayan di kawasan Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Selasa (3/3).
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono didampingi Bupati Ipuk Fiestindani berbincang dengan nelayan di kawasan Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Selasa (3/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.

Selasa (3/3), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung progres kawasan tersebut.

Dalam kunjungannya, Wahyu menyatakan kesiapan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memberikan bantuan unit kapal sekaligus membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) guna mendukung aktivitas melaut masyarakat pesisir Banyuwangi.

Photo
Photo

Selain melihat kondisi fisik proyek, rombongan Menteri KKP juga berdialog dengan para nelayan di sekitar Kelurahan Lateng. Momen itu dimanfaatkan nelayan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Nelayan Minta Tambahan Kapal dan SPBN

Perwakilan nelayan KNMP Banyuwangi, Isnaini, 55, menyampaikan harapan agar pemerintah pusat memberikan tambahan kapal serta mendirikan SPBN di kawasan tersebut.

Menurutnya, dua fasilitas itu sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasional nelayan.

Permintaan tersebut langsung direspons positif oleh Wahyu. Di hadapan para nelayan, ia menegaskan bahwa pembangunan SPBN memang menjadi fokus KKP di setiap titik KNMP di Indonesia, termasuk Banyuwangi.

“Kita sudah bicara dengan Pertamina dan BP Migas untuk alokasi kuota yang diberikan ke Banyuwangi. Bantuan unit kapal menjadi bagian yang akan kita lakukan,” kata Wahyu.

Koordinasi dengan pihak terkait, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan ketersediaan kuota bahan bakar bagi nelayan sehingga tidak terjadi kelangkaan saat musim tangkap.

KNMP Banyuwangi Rampung 100 Persen

KNMP Banyuwangi sendiri telah rampung 100 persen sejak dibangun pada September 2025 lalu.

Kawasan ini dirancang sebagai program hilirisasi sektor perikanan, bukan hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga terintegrasi dengan UMKM pengolahan hasil laut dan sentra kuliner bahari.

Enam unit bangunan utama di kawasan tersebut mengusung arsitektur rumah adat Suku Oseng yang dipadukan dengan ornamen batik khas Gajah Oling.

Perpaduan modernitas dan kearifan lokal itu memperkuat identitas budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.

Fasilitas yang tersedia terbilang lengkap. Mulai dari dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, balai pertemuan, pabrik es, unit pengolahan hasil laut, hingga area kuliner seafood. SPBN juga direncanakan menjadi bagian penting untuk melengkapi ekosistem tersebut.

“Bagus banget ya (kondisi KNMP), kualitas pekerjaannya juga bagus. Kalau yang di beberapa titik kemarin saya lihat kurang bagus, di sini ini paling bagus,” puji Wahyu.

Pemkab Siapkan Lahan Tambahan untuk SPBN

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut mendampingi peninjauan tersebut. Ia memastikan Pemkab akan terus memantau perkembangan proyek senilai Rp 10,4 miliar itu agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan nelayan.

Menurut Ipuk, meski pengelolaan KNMP dilakukan oleh koperasi, pengawasan tetap dilakukan secara ketat agar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), termasuk kebersihan, kualitas makanan, serta tata kelola lingkungan.

“Tidak bisa sekadarnya saja, ini harus dikelola dengan baik dan dampaknya harus terlihat,” tegasnya.

Ipuk juga menyatakan kesiapan Pemkab Banyuwangi untuk menyediakan lahan tambahan di sekitar kawasan KNMP guna pembangunan SPBN.

“Kami sudah siapkan lahannya di sekitar KNMP, masih tersedia area yang bisa dimanfaatkan untuk SPBN nelayan. Semoga ini semua bisa mendorong kesejahteraan nelayan di Banyuwangi,” ujarnya.

Ekosistem Perdagangan Pesisir Terintegrasi

Pelaksana Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Lateng, Rendra Kurnia, menjelaskan bahwa di dalam kawasan KNMP terdapat 20 kios, tiga los ruang makan berukuran besar, bengkel nelayan, pabrik es, musala, serta kios perbekalan nelayan.

Menurutnya, fasilitas tersebut sudah sangat efektif untuk membentuk ekosistem perdagangan pesisir yang terintegrasi, dari hulu ke hilir.

Hasil tangkapan nelayan dapat langsung diolah menjadi produk bernilai tambah dan dipasarkan di sentra kuliner bahari.

“Secara umum sudah selesai semua, tapi nelayan berharap ada SPBN. Harapannya bisa di tahap dua, serta penyesuaian beberapa tambahan sesuai keinginan Pemkab Banyuwangi,” pungkasnya.

Dengan dukungan bantuan kapal dan pembangunan SPBN dari KKP, KNMP Banyuwangi diharapkan menjadi model pengembangan kampung nelayan modern yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan menjadikan kawasan tersebut destinasi wisata kuliner seafood unggulan di ujung timur Pulau Jawa. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#bantuan kapal KKP #Plengsengan Ancol Banyuwangi #Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono #knmp banyuwangi #Ipuk Fiestiandani #Kampung Nelayan Merah Putih