Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Omzet Pasar Takjil Banyuwangi Tembus Rp169 Juta per Hari, UMKM Panen di Ramadan 2026

Fredy Rizki Manunggal • Minggu, 1 Maret 2026 | 03:00 WIB

Masyarakat berburu menu berbuka puasa di Pasar takjil kawasan Marina Boom. Dalam sehari omzet pasar takjil mencapai ratsuan juta rupiah.
Masyarakat berburu menu berbuka puasa di Pasar takjil kawasan Marina Boom. Dalam sehari omzet pasar takjil mencapai ratsuan juta rupiah.

RADARBANYUWANGI.ID – Bulan Ramadan benar-benar menjadi momentum panen bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyuwangi.

Pasar takjil “Ngrandu Buku” dan sejumlah titik penjualan kuliner berbuka puasa di berbagai kecamatan mencatat omzet fantastis, bahkan menyentuh ratusan juta rupiah per hari.

Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Kecamatan Banyuwangi menjadi wilayah dengan omzet pasar takjil tertinggi.

Dari dua wilayah kelurahan, total omzet harian pasar takjil di pusat kota tersebut mencapai Rp169 juta.

Angka ini menjadikan Kecamatan Banyuwangi sebagai penyumbang terbesar perputaran ekonomi musiman selama Ramadan 2026.

Photo
Photo

Sempu dan Blimbingsari Menyusul

Di bawah Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Sempu menempati posisi kedua dengan omzet harian Rp66 juta dari sembilan lokasi pasar takjil.

Selanjutnya Kecamatan Blimbingsari mencatat omzet Rp31 juta per hari dari lima lokasi pasar takjil.

Disusul Kecamatan Muncar dengan perputaran uang Rp27 juta per hari yang dihasilkan oleh 183 UMKM.

Kecamatan Genteng berada di posisi kelima dengan omzet Rp17 juta per hari dari tiga lokasi pasar takjil.

“Total sudah ada 16 kecamatan yang memberikan laporan omzet harian. Mulai dari yang beromzet Rp3 juta per hari sampai Rp160 juta,” ujar Kepala Diskop UMP Banyuwangi, Nanin Oktaviantie.

300 Pedagang Ramaikan Pusat Kota

Tingginya omzet di Kecamatan Banyuwangi tak lepas dari banyaknya pedagang yang terlibat.

Di dua titik utama, yakni Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Tukangkayu, serta kawasan Pantai Marina Boom, sedikitnya terdapat 300 pedagang yang menjajakan aneka takjil dan makanan berbuka.

Ragam kuliner yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kolak, es buah, gorengan, aneka kue tradisional, hingga makanan berat untuk berbuka puasa.

“Masih ada 10 kecamatan yang belum menyetorkan datanya, seperti Glagah, Glenmore, Kabat, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Singojuruh, Srono, Tegaldlimo, dan Wongsorejo,” imbuh Nanin.

Artinya, total perputaran uang dari pasar takjil di Banyuwangi berpotensi lebih besar jika seluruh kecamatan telah melaporkan omzetnya.

Omzet Turun Dibanding Tahun Lalu

Meski angka omzet terbilang besar, Nanin mengakui capaian tahun ini masih lebih rendah dibanding Ramadan tahun lalu.

Beberapa faktor memengaruhi penurunan tersebut. Salah satunya adalah berkurangnya jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berpartisipasi.

“Tahun ini total ada 3.000-an PKL yang berjualan, jumlahnya berkurang. Ditambah dengan cuaca hujan lebat sehingga banyak pedagang yang tidak bisa berjualan dengan maksimal,” tandasnya.

Cuaca ekstrem yang kerap mengguyur Banyuwangi pada sore hingga malam hari membuat sebagian pedagang memilih tidak membuka lapak atau mengurangi stok dagangan.

Ramadan Dongkrak Ekonomi Lokal

Meski demikian, Ramadan tetap menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Banyuwangi. Ribuan UMKM menggantungkan pendapatan tambahan dari momen musiman ini.

Perputaran uang ratusan juta rupiah per hari menunjukkan daya beli masyarakat masih cukup kuat, sekaligus menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah.

Pemerintah daerah pun terus mendorong pelaku UMKM untuk menjaga kualitas produk, kebersihan, dan keamanan pangan agar pasar takjil tetap menjadi destinasi favorit warga setiap Ramadan.

Dengan laporan sementara dari 16 kecamatan saja sudah menyentuh ratusan juta rupiah per hari, bukan tidak mungkin total omzet pasar takjil Banyuwangi 2026 akan melampaui ekspektasi jika seluruh wilayah telah melaporkan datanya secara lengkap. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#pasar takjil #pantai boom #umkm #ramadan