Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sidak Pasar Takjil Genteng Banyuwangi, Puskesmas Kembiritan Pastikan Makanan Bebas Formalin dan Boraks

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 28 Februari 2026 | 01:00 WIB

Petugas dari Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng, memeriksa makanan takjil yang banyak dijual di sepanjang Jalan Hasanudin, Desa Kembiritan, Jumat (27/2).
Petugas dari Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng, memeriksa makanan takjil yang banyak dijual di sepanjang Jalan Hasanudin, Desa Kembiritan, Jumat (27/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang Ramadan, pengawasan keamanan pangan di Banyuwangi mulai diperketat.

Petugas sanitarian dari Puskesmas Kembiritan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pasar takjil sepanjang Jalan Hasanudin, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jumat (27/2).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan kebersihan tempat berjualan sekaligus menjamin makanan takjil yang dijajakan kepada masyarakat aman dikonsumsi.

Pemeriksaan menyasar berbagai jenis jajanan yang banyak diburu warga saat menjelang waktu berbuka puasa.

Photo
Photo

Kepala Puskesmas Kembiritan, Aries Prasetyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya.

“Tim kami menyisir sejumlah pedagang takjil. Pemeriksaan ini akan kami intensifkan selama Ramadan untuk menghindari penyalahgunaan bahan berbahaya dalam makanan,” terangnya.

Periksa 9 Pedagang, Hasilnya Negatif

Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sekitar sembilan pedagang dengan beragam jenis dagangan.

Tim sanitarian tidak hanya mengecek kondisi lapak dan kebersihan peralatan, tetapi juga mengambil sampel makanan untuk diuji kandungannya.

Beberapa jajanan yang diperiksa di antaranya tahu kress, sate usus, sate pentol, es campur, hingga es degan.

Sampel-sampel tersebut kemudian diuji untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya seperti formalin (bahan pengawet), boraks (bahan pengenyal), serta pewarna tekstil seperti methylen yellow dan rodamin.

“Hasil pemeriksaan kemarin, tidak ditemukan makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya. Hasilnya negatif semua,” tegas Aries.

Meski demikian, pihaknya memastikan pengawasan tidak berhenti di satu titik saja. Sampling akan terus dilakukan di lokasi-lokasi penjualan takjil lainnya di wilayah kerja Puskesmas Kembiritan.

“Namun kami masih akan sampling di lokasi jualan yang lain,” imbuhnya.

Edukasi Pedagang Soal Keamanan Pangan

Tak sekadar melakukan pengawasan, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang.

Sosialisasi ini mencakup pentingnya menjaga kebersihan tempat berjualan, penggunaan air bersih, serta pemilihan bahan baku yang aman dan layak konsumsi.

“Pedagang kami beri edukasi tentang cara menjaga kebersihan serta bahan apa saja yang boleh dan tidak diaplikasikan ke makanan,” pungkasnya.

Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berburu takjil selama Ramadan.

Pasar takjil di Genteng sendiri setiap tahunnya selalu ramai dikunjungi warga, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan hasil pemeriksaan sementara yang menunjukkan jajanan bebas formalin, boraks, dan pewarna berbahaya, masyarakat diimbau tetap selektif dalam memilih makanan. Perhatikan kebersihan lapak, cara penyajian, serta kondisi makanan sebelum membeli.

Puskesmas Kembiritan memastikan pengawasan keamanan pangan akan terus digencarkan selama bulan suci guna menjaga kesehatan masyarakat Banyuwangi. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pasar takjil #banyuwangi #genteng #sidak pasar