RADARBANYUWANGI.ID - Bertepatan dengan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia mendapatkan kabar menggembirakan.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia tengah mempersiapkan percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler untuk alokasi triwulan pertama tahun 2026 yang mencakup Januari, Februari, dan Maret.
Percepatan ini dinilai sangat krusial. Pasalnya, kebutuhan rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah cenderung meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada akhir Maret 2026.
Dengan pencairan lebih awal, diharapkan daya beli keluarga tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa hingga persiapan Lebaran.
Penyaluran BPNT dan PKH di Kecamatan Genteng
Di wilayah Kecamatan Genteng, pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dilaksanakan Kamis (26/2).
Sejak pagi, ratusan warga tampak mengantre untuk melakukan validasi sekaligus menerima haknya.
Koordinator PKH Genteng, Eko Wahyudiono, menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat di wilayahnya biasanya mencapai lebih dari 2.000 orang. Namun pada tahap kali ini, yang hadir untuk pencairan hanya ratusan penerima.
“Biasanya ada lebih dari 2.000 penerima manfaat. Hari ini (kemarin) hanya ratusan orang saja,” terangnya.
Ia memaparkan, untuk penerima BPNT, satu tahap pencairan yang mencakup tiga bulan mendapatkan total Rp 600 ribu.
Sementara untuk penerima PKH, nominal bantuan bervariasi antara Rp 225 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung kategori penerima dan komponen bantuan.
“Bagi penerima BPNT, satu tahap (3 bulan) mendapat Rp 600 ribu. Sedangkan untuk penerima PKH Rp 225 ribu hingga Rp 600 ribu,” jelasnya.
Lansia Datang dengan Ojek hingga Becak
Dalam proses penyaluran tersebut, terlihat pemandangan mengharukan. Sejumlah lansia tetap bersemangat hadir meski kondisi fisik terbatas.
Ada yang datang menggunakan ojek online, becak, bahkan kursi roda demi memastikan bantuan bisa diterima langsung.
Menurut Eko, kehadiran langsung penerima manfaat menjadi bagian penting dalam proses validasi data. Hal itu dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Untuk validasi penerima, mereka harus hadir sendiri,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap memberikan prioritas kepada penerima manfaat dengan kondisi khusus. Lansia yang sedang sakit, ibu hamil, hingga ibu menyusui didahulukan dalam antrean agar tidak terlalu lama menunggu.
“Mereka diprioritaskan dan akan didahulukan,” katanya.
Bahkan, bagi penerima yang benar-benar tidak mampu datang karena kondisi kesehatan, petugas siap melakukan kunjungan langsung ke rumah untuk proses validasi sekaligus penyaluran bantuan.
“Bagi penerima yang kondisinya benar-benar tidak bisa beranjak, kami yang akan datang ke rumah untuk validasi dan penyaluran,” tegasnya.
Bantu Daya Beli Selama Ramadan dan Jelang Lebaran
Percepatan bansos ini diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga prasejahtera.
Ramadan identik dengan peningkatan kebutuhan bahan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga kebutuhan penunjang ibadah dan persiapan Lebaran.
Dengan cairnya BPNT dan PKH lebih awal, keluarga penerima manfaat memiliki ruang lebih longgar dalam mengatur keuangan rumah tangga.
Pemerintah menargetkan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan pokok dan pendidikan anak.
Salah satu penerima manfaat, Sulasiyah, 65, mengaku bersyukur atas bantuan yang kembali diterimanya. Ia sempat absen pada penyaluran sebelumnya karena sakit.
“Saat penyaluran sebelumnya saya tidak bisa hadir karena sakit. Sekarang ini karena ada perlu, saya usahakan datang naik ojek,” katanya.
Bagi Sulasiyah, bantuan tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Ramadan. Ia berharap program seperti BPNT dan PKH tetap berlanjut dan tepat sasaran.
Momentum awal Ramadan 1447 H ini pun menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Dengan percepatan penyaluran bansos triwulan I 2026, pemerintah berharap beban ekonomi warga dapat sedikit terangkat, sekaligus menjaga optimisme menyambut Hari Raya Idulfitri. (sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin