Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stok Pangan dan BBM Banyuwangi Surplus Jelang Lebaran 2026, Beras 97 Ribu Ton dan BBM Aman 20 Hari

Ali Sodiqin • Kamis, 26 Februari 2026 | 07:00 WIB

Pemkab Banyuwangi pastikan stok pangan dan BBM surplus jelang Lebaran 2026, beras 97 ribu ton, harga terkendali.
Pemkab Banyuwangi pastikan stok pangan dan BBM surplus jelang Lebaran 2026, beras 97 ribu ton, harga terkendali.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan ketersediaan bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kondisi aman selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

Bahkan, sejumlah komoditas pangan tercatat surplus dan mampu menyuplai daerah lain di Indonesia yang mengalami defisit.

Kepastian itu disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai melakukan pengecekan langsung stok pangan di gudang Perum Bulog Cabang Banyuwangi serta memantau cadangan BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak Tanjungwangi, Rabu (25/2/2026).

Photo
Photo

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan Kabupaten Banyuwangi, serta perwakilan TNI dan Kejaksaan Negeri.

“Alhamdulillah dari hasil pengecekan kami hari ini, stok beras, minyak goreng maupun BBM dan gas elpiji di Banyuwangi sangat cukup. Harga terkendali,” ujar Ipuk, sebagaimana dilansir dari banyuwangikab.go.id.

Pengawasan Ketat Cegah Permainan Harga

Ipuk menegaskan, pengawasan stok dan distribusi akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Langkah tersebut untuk mencegah adanya permainan harga di tingkat pasar, terutama menjelang Idul Fitri yang biasanya diikuti lonjakan permintaan.

“Kami terus melakukan pengawasan bersama tim TPID, Satgas Pangan Polresta, juga Bulog. Selain untuk menjaga stabilitas harga, kita juga bersama-sama mengawasi agar tidak ada permainan dari para tengkulak,” tegasnya.

Menurut Ipuk, ketersediaan barang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga. Dengan stok yang aman, gejolak harga dapat ditekan.

Stok Beras 97 Ribu Ton, Bisa Suplai Papua dan NTT

Kepala Bulog Cabang Banyuwangi Dwiana Puspitasari menyebutkan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 97 ribu ton.

Jumlah tersebut dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Banyuwangi selama Ramadan dan Lebaran. Bahkan, Banyuwangi berpotensi menjadi daerah penyangga untuk wilayah Indonesia bagian timur yang mengalami kekurangan pasokan beras, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Realisasi penyerapan kami sudah mencapai sekitar 28 persen dari target, padahal masih Februari. Artinya tren penyerapan cukup bagus dan stok cadangan akan terus bertambah,” jelas Dwiana.

Pantauan di Pasar Blambangan menunjukkan harga beras relatif stabil. Beras premium kemasan 5 kilogram dijual sekitar Rp 75 ribu, sementara beras medium kemasan 5 kilogram berada di kisaran Rp 68 ribu.

Minyak Goreng dan Gula Juga Aman

Selain beras, Bulog juga memastikan stok minyak goreng dalam kondisi aman. Saat ini tersedia sekitar 38 ribu liter minyak goreng di gudang, dan dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan sekitar 100 ribu liter.

Komoditas lain seperti gula juga tersedia dengan stok mencapai 85 ton.

“Untuk menjaga stabilitas harga, kami bersama Pemkab dan TPID rutin menggelar pasar murah setiap hari di tiap kecamatan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Cadangan pangan Banyuwangi sangat aman,” ujar Dwiana.

BBM Aman, Tangki Cukup Lebih dari 20 Hari

Sementara itu, Integrated Terminal Manager Tanjungwangi PT Pertamina Patra Niaga, Alia Anggraini, memastikan pasokan BBM dan elpiji dalam kondisi mencukupi selama Ramadan dan periode mudik Lebaran.

Konsumsi harian BBM di Banyuwangi yang dilayani Terminal Tanjungwangi berkisar 2.300–2.500 kiloliter per hari untuk seluruh produk. Menjelang mudik, kebutuhan meningkat menjadi sekitar 2.700–2.800 kiloliter per hari.

Kenaikan konsumsi paling terlihat pada biosolar dan pertalite. Untuk pertalite, lonjakan biasanya terjadi pada H-7 Lebaran dengan tren kenaikan sekitar 3–5 persen dibandingkan hari normal.

“Dari sisi cadangan, kapasitas tangki BBM seperti pertalite mencapai sekitar 32 ribu kiloliter dengan ketahanan stok di atas 20 hari. Jadi stok aman,” kata Alia.

Elpiji 200 Ton per Hari, Tanpa Extra Dropping

Untuk elpiji, kebutuhan konsumsi masyarakat Banyuwangi mencapai 200 metrik ton per hari. Sementara kapasitas tangki yang dimiliki mencapai 10 ribu metrik ton.

Dengan kapasitas tersebut, Pertamina memastikan belum perlu melakukan extra dropping karena alokasi yang ada dinilai masih mencukupi.

“Stok elpiji juga aman. Sementara kita tidak melakukan extra dropping, karena alokasi yang ada masih cukup,” jelasnya.

Dengan stok pangan surplus dan cadangan energi yang memadai, Pemkab Banyuwangi optimistis masyarakat dapat menjalani Ramadan dan menyambut Lebaran 2026 dengan tenang tanpa kekhawatiran kelangkaan bahan pokok maupun BBM. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#lebaran #beras #stok pangan #banyuwangi #stok bbm