Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk dan TPID Sidak Pasar Banyuwangi Awal Ramadan, Harga Telur dan Daging Naik, Daya Beli Warga Masih Terjaga

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 26 Februari 2026 | 05:30 WIB

Bupati Ipuk Fiestiandani, Sekkab Guntur Priambodo, dan Kapolresta Kombespol Rofiq Ripto Himawan sidak harga daging sapi dan kebutuhan pokok di Pasar Banyuwangi, Rabu (25/2).
Bupati Ipuk Fiestiandani, Sekkab Guntur Priambodo, dan Kapolresta Kombespol Rofiq Ripto Himawan sidak harga daging sapi dan kebutuhan pokok di Pasar Banyuwangi, Rabu (25/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Memasuki pekan pertama Ramadan, Rabu (25/2), jajaran Pemkab Banyuwangi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke pasar tradisional untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali.

Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan, daya beli masyarakat dinilai masih cukup terjaga.

Sidak pasar tersebut diikuti Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan, serta Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember Iqbal Reza Nugraha. Turut hadir perwakilan Lanal dan Kodim Banyuwangi.

Photo
Photo

Rombongan menyisir sejumlah kios untuk mengecek langsung perkembangan harga bahan pokok.

Mulai dari daging ayam, daging sapi, telur, beras, hingga berbagai bumbu dapur. Selain memantau harga, tim juga berdialog dengan para pedagang guna mengetahui kondisi riil di lapangan.

“Walaupun ada kenaikan harga, daya beli masyarakat tetap baik. Pedagang bilang dagangannya tetap habis, terutama ayam ras. Harganya memang naik, tapi konsumsinya juga masih bagus,” ujar Ipuk.

Sejumlah Komoditas Naik, Cabai Turun

Dari hasil peninjauan, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga. Telur ayam kini berada di kisaran Rp 31 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 27–28 ribu.

Daging sapi naik dari Rp 125 ribu menjadi Rp 145 ribu per kilogram.

Sementara daging ayam ras meningkat dari Rp 30 ribu menjadi Rp 36 ribu per kilogram.

Namun, tidak semua komoditas naik. Harga cabai yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 130 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 98 ribu.

Bawang merah justru mengalami kenaikan menjadi Rp 45–48 ribu per kilogram.

Adapun sejumlah komoditas lainnya terpantau stabil. Di antaranya gula pasir Rp 17 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 17.500–19.500 per liter, bawang putih Rp 30–35 ribu per kilogram, beras premium Rp 74.500 per 5 kilogram, serta beras medium Rp 68.500 per 5 kilogram.

Ipuk menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa perputaran ekonomi di pasar tradisional masih berjalan baik.

Meski demikian, ia mengingatkan kewaspadaan perlu ditingkatkan menjelang pekan terakhir Ramadan yang biasanya diiringi lonjakan permintaan.

Pengawasan Kualitas Pangan Diperketat

Selain harga, aspek kualitas bahan pangan juga menjadi perhatian serius. Beberapa pedagang daging sapi sempat menyampaikan kekhawatiran terkait potensi peredaran daging tidak layak konsumsi.

“Ini jadi perhatian serius. Kami bersama TPID, Polresta, TNI akan mengawal agar tidak ada daging tidak sehat atau yang tidak sesuai aturan beredar di Banyuwangi,” tegas Ipuk.

Ia juga mengaku menerima keluhan pedagang terkait kenaikan harga ayam yang terjadi bersamaan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Disebutkan, dapur MBG membeli ayam langsung dari peternak sehingga harga di tingkat pasar ikut terdorong naik.

“Karena dapur MBG membeli ayam langsung ke peternak, sehingga harganya tinggi. Ini menjadi perhatian kita. Keseimbangan distribusi akan terus dievaluasi agar semua pelaku usaha tetap merasakan dampak positif,” ujarnya.

Jaga Daya Beli dan Siapkan Stimulus

Menurut Ipuk, stabilitas harga sangat berkaitan dengan ketersediaan barang dan kekuatan konsumsi masyarakat.

Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan sejumlah program stimulus untuk menjaga daya beli.

Salah satunya melalui program Banyuwangi Berbagi. Dalam program tersebut, belanja kebutuhan dilakukan langsung di pasar tradisional sehingga turut menggerakkan roda ekonomi pedagang kecil.

“Dengan Banyuwangi Berbagi, kita belanja di pasar. Jadi harga di pasar juga terserap. Ini bagian dari upaya menjaga ekonomi tetap bergerak,” jelasnya.

Kapolresta Rofiq Ripto Himawan menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi penimbunan bahan pokok di wilayah Banyuwangi.

“Kami akan memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujarnya.

Cek Stok Bulog dan Distribusi BBM

Tak hanya memantau harga di pasar, Ipuk bersama TPID juga mengecek ketersediaan stok beras dan minyak goreng di gudang Bulog Banyuwangi.

Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Terminal BBM Tanjungwangi guna memastikan kesiapan distribusi bahan bakar selama Ramadan dan Lebaran.

Kepala BI Jember Iqbal Reza Nugraha menyebut, dinamika kenaikan harga sejumlah komoditas saat ini masih dalam batas wajar dan belum berpotensi memicu inflasi signifikan.

“Kami meminta TPID untuk menggelar pasar murah dalam rangka pengendalian harga,” tandasnya.

Dengan pengawasan intensif dan koordinasi lintas instansi, Pemkab Banyuwangi berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga hingga puncak Ramadan dan Idul Fitri mendatang. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#harga pangan #harga daging #pasar banyuwangi #harga telur #ramadan #sidak pasar