RADARBANYUWANGI.ID - Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, angin segar berembus bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) dilakukan secara “double” atau berlapis.
Langkah strategis ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Skema bantuan yang dikucurkan tidak sepenuhnya berupa uang tunai, melainkan kombinasi transfer dana dan paket pangan fisik.
Kebijakan ini dinilai sebagai bantalan sosial guna memastikan dapur keluarga prasejahtera tetap aman selama Ramadhan hingga Lebaran.
BPNT Reguler Rp600 Ribu Cair Rapel Tiga Bulan
Bantuan pertama yang dipastikan cair adalah Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) reguler.
Berdasarkan informasi dari kanal pendamping sosial, pencairan tahap pertama tahun 2026 dilakukan dengan sistem rapel tiga bulan sekaligus.
Alokasi Januari, Februari, dan Maret disalurkan dalam satu tahap. Dengan nominal Rp200.000 per bulan, setiap KPM menerima Rp600.000 secara langsung.
Dana tersebut ditransfer ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni:
- Bank Rakyat Indonesia (BRI)
- Bank Negara Indonesia (BNI)
- Bank Mandiri
- Bank Syariah Indonesia (BSI)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan agar bantuan tersebut digunakan sesuai peruntukan.
Melalui akun resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia (@kemensosri), ia mengingatkan:
“Bantuan sosial harus digunakan sesuai peruntukannya untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, bukan untuk kepentingan lain.”
Ia juga mengimbau agar dana dimanfaatkan untuk membeli makanan bergizi, kebutuhan sekolah anak, serta mendukung kesehatan keluarga.
Stimulus Jumbo: Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Berbeda dengan BPNT reguler yang masuk ke rekening, bantuan kedua berupa stimulus pangan fisik khusus Ramadhan dan Lebaran 2026.
Paket ini tergolong “jumbo” karena merupakan rapel dua bulan yang disalurkan sekaligus sebelum Lebaran. Setiap penerima akan memperoleh:
- Beras total 20 kilogram
- Minyak goreng total 4 liter
Tujuan utama bantuan fisik ini adalah menekan pengeluaran belanja dapur yang biasanya melonjak tajam selama bulan puasa.
Dengan adanya beras dan minyak goreng dalam jumlah cukup, beban pengeluaran kebutuhan pokok diharapkan berkurang signifikan.
Kuota Diperluas hingga 35 Juta KPM
Kabar baik lainnya, pemerintah memperluas jangkauan penerima stimulus pangan fisik ini hingga 35 juta KPM.
Sebagai perbandingan, BPNT reguler (uang tunai) memiliki kuota sekitar 18,2 juta KPM.
Artinya, bantuan beras dan minyak goreng menjangkau penerima lebih luas, termasuk mereka yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima BLT Kesra namun tidak mendapat BPNT rutin.
Perluasan ini menjadi bagian dari strategi perlindungan sosial nasional agar dampak inflasi pangan menjelang Lebaran dapat ditekan.
Masyarakat diimbau aktif memantau informasi melalui kantor desa/kelurahan atau berkoordinasi dengan pendamping sosial terkait jadwal pembagian bantuan fisik.
Cara Cek Penerima Bansos BPNT 2026
Untuk memastikan apakah Nomor Induk Kependudukan (NIK) terdaftar sebagai penerima bansos “double” Ramadhan 2026, masyarakat dapat melakukan pengecekan mandiri secara online.
Langkah-langkahnya:
- Buka browser di ponsel.
- Kunjungi laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan data wilayah (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan).
- Ketik nama lengkap sesuai KTP.
- Masukkan kode captcha verifikasi.
- Klik tombol “Cari Data”.
Sistem akan menampilkan status kepesertaan, jenis bantuan yang diterima, serta periode penyalurannya.
Pastikan data kependudukan (KTP/KK) telah sinkron dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tidak terkendala saat pencairan.
Strategi Jaga Daya Beli di Tengah Kenaikan Harga
Kebijakan bansos double Ramadhan 2026 menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat kecil.
Dengan kombinasi transfer tunai Rp600.000 dan paket pangan fisik, pemerintah berupaya:
- Menjaga daya beli masyarakat
- Menekan risiko inflasi pangan
- Memastikan kebutuhan pokok keluarga terpenuhi
- Mengurangi potensi gejolak sosial menjelang Lebaran
Di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan harga bahan pokok, skema bansos berlapis ini diharapkan menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat prasejahtera selama bulan suci.
Ramadhan tahun ini pun diharapkan dapat dijalani dengan lebih tenang, aman, dan penuh keberkahan bagi jutaan keluarga Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin