Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Cabai Rawit di Pasar Genteng 1 Banyuwangi Sempat Tembus Rp 125 Ribu, Kini Turun Jadi Rp 90 Ribu per Kg

Salis Ali Muhyidin • Senin, 23 Februari 2026 | 01:30 WIB

PEDAS: Petugas Pasar Genteng mengecek kondisi cabai yang dijual pedagang pada Jumat (20/2).
PEDAS: Petugas Pasar Genteng mengecek kondisi cabai yang dijual pedagang pada Jumat (20/2).

RADARBANYUWANGI.ID - Cabai rawit kembali menjadi momok bagi kalangan konsumen. Di tengah meningkatnya kebutuhan dapur, harga komoditas pedas ini sempat meroket tajam di Pasar Genteng 1, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit pada Jumat (20/2) sempat menyentuh Rp 125 ribu per kilogram (kg).

Lonjakan ini membuat sejumlah pembeli mengeluhkan mahalnya bahan dapur yang identik dengan cita rasa pedas tersebut.

Photo
Photo

Kabar baiknya, dua hari berselang atau Minggu (22/2), harga cabai rawit mulai melandai. Saat ini, harga tercatat turun menjadi Rp 90 ribu per kg.

Meski demikian, angka tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal pada akhir Januari lalu.

Jauh di Atas Harga Akhir Januari

Sebagai perbandingan, pada penghujung Januari, cabai rawit di Pasar Genteng 1 dijual di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 48 ribu per kg.

Artinya, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, harga sempat melonjak hampir tiga kali lipat sebelum akhirnya turun kembali.

Petugas Pasar Genteng 1, Arif Kurniawan, membenarkan fluktuasi harga yang cukup tajam tersebut. Menurut dia, lonjakan harga terjadi sangat cepat dalam hitungan hari.

“Padahal pada Kamis (19/2) harga cabai rawit Rp 90 ribu per kg. Lalu Jumat naik sampai Rp 125 ribu per kg,” ujarnya.

Penurunan yang terjadi pada Minggu menjadi Rp 90 ribu per kg dinilai sebagai koreksi harga setelah terjadi lonjakan ekstrem sehari sebelumnya.

Ramadan dan Faktor Panen Jadi Pemicu

Arif menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit kerap terjadi menjelang dan selama bulan Ramadan.

Peningkatan permintaan masyarakat untuk kebutuhan memasak menjadi salah satu faktor utama.

“Selain disebabkan peningkatan permintaan, kenaikan harga cabai kemungkinan karena panenan sudah sedikit,” katanya.

Kondisi pasokan yang terbatas, ditambah tingginya kebutuhan pasar, memicu ketidakseimbangan antara supply dan demand. Dampaknya, harga di tingkat pedagang melonjak tajam.

Fenomena ini hampir menjadi pola tahunan. Setiap memasuki Ramadan, harga bahan pokok, termasuk cabai, cenderung mengalami kenaikan.

Data Siskaperbapo Jatim: Harga Turun Bertahap

Penelusuran melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim menunjukkan adanya tren penurunan harga dalam dua hari terakhir.

Di Pasar Genteng 1, harga cabai rawit tercatat Rp 90 ribu per kg pada Minggu (22/2).

Angka tersebut turun dibandingkan Sabtu yang masih di level Rp 100 ribu per kg, dan Jumat yang mencapai Rp 125 ribu per kg.

Penurunan bertahap ini memberi sedikit kelegaan bagi konsumen, meski harga masih belum kembali ke level normal seperti akhir Januari.

Cabai Merah Besar Ikut Turun

Tak hanya cabai rawit, harga cabai merah besar juga mengalami koreksi. Pada Sabtu, harga cabai merah besar berada di angka Rp 34 ribu per kg. Sehari kemudian, turun menjadi Rp 32 ribu per kg.

Penurunan ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga tidak hanya terjadi pada satu jenis cabai, tetapi juga komoditas hortikultura lainnya.

Konsumen Masih Berharap Harga Stabil

Sejumlah pembeli berharap harga cabai rawit dapat segera kembali stabil di kisaran Rp 50 ribu per kg.

Harga Rp 90 ribu per kg dinilai masih cukup memberatkan, terutama bagi pelaku usaha kuliner skala kecil.

Jika pasokan kembali lancar dan panen membaik, bukan tidak mungkin harga akan turun lebih jauh dalam beberapa pekan ke depan. Namun, menjelang Ramadan, potensi kenaikan harga tetap perlu diantisipasi.

Pemerintah daerah dan pengelola pasar diharapkan terus memantau distribusi serta ketersediaan stok agar lonjakan harga ekstrem seperti yang terjadi pada Jumat lalu tidak kembali terulang. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Pasar Genteng #cabai rawit #banyuwangi #harga sembako