Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Update Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini 21 Februari 2026: Cabai Rawit Tembus Rp102 Ribu, Beras dan Minyak Stabil

Ali Sodiqin • Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:30 WIB

Harga sembako hari ini di Jawa Timur.
Harga sembako hari ini di Jawa Timur.

RADARBANYUWANGI.ID - Harga bahan pokok dan barang penting di Jawa Timur kembali mengalami dinamika pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Sejumlah komoditas strategis seperti cabai rawit merah masih bertahan di level tinggi menembus Rp102 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga beras, minyak goreng, hingga telur relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya.

Data terbaru yang dirilis sistem pemantauan harga menunjukkan pergerakan harga kebutuhan pokok masih dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan menjelang periode Ramadan.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu terus memantau perkembangan harga agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

Secara umum, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang masih menjadi penyumbang fluktuasi terbesar.

Sementara komoditas pangan utama seperti beras dan gula cenderung stabil dalam beberapa hari terakhir.

Cabai Rawit Masih Mahal, Tembus Rp102 Ribu per Kg

Harga cabai rawit merah tercatat menjadi komoditas paling mahal di kelompok sembako dengan rata-rata Rp102.112 per kilogram.

Harga tersebut jauh di atas komoditas cabai lainnya seperti cabai merah keriting Rp38.032 per kilogram dan cabai merah besar Rp33.878 per kilogram.

Kenaikan harga cabai biasanya dipengaruhi faktor cuaca, distribusi, serta produksi di daerah sentra pertanian.

Musim hujan yang terjadi di sejumlah wilayah turut berdampak pada produksi sehingga pasokan berkurang dan harga naik.

Selain cabai, harga bawang merah berada di angka Rp37.744 per kilogram dan bawang putih Rp32.111 per kilogram.

Kedua komoditas ini masih berada pada kisaran menengah dan relatif stabil dibandingkan fluktuasi besar pada awal bulan.

Harga Beras dan Minyak Goreng Relatif Stabil

Untuk komoditas utama masyarakat, harga beras premium tercatat Rp14.867 per kilogram dan beras medium Rp12.885 per kilogram.

Harga ini masih dalam kisaran normal dan tidak mengalami perubahan signifikan.

Minyak goreng juga menunjukkan stabilitas harga. Minyak goreng curah berada di level Rp18.872 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan premium Rp20.351 per liter.

Produk minyak goreng rakyat Minyakita berada di angka Rp16.066 per liter.

Kondisi stabil pada komoditas pangan utama ini memberikan sedikit ruang bagi masyarakat untuk mengatur belanja rumah tangga di tengah kenaikan komoditas hortikultura.

Daging, Telur, dan Protein Hewani

Harga daging sapi paha belakang tercatat Rp120.427 per kilogram. Sementara daging ayam ras Rp39.978 per kilogram dan ayam kampung sekitar Rp69.833 per ekor.

Komoditas telur ayam ras berada di angka Rp29.723 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung Rp46.501 per kilogram.

Harga protein hewani ini relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan berarti dalam beberapa hari terakhir.

Untuk komoditas ikan, harga ikan bandeng Rp34.782 per kilogram, ikan kembung Rp35.613 per kilogram, ikan tuna Rp39.844 per kilogram, serta ikan tongkol Rp33.123 per kilogram.

Komoditas Pendukung Rumah Tangga dan Bangunan

Selain bahan pangan, sejumlah barang penting lain juga tercatat dalam pemantauan harga. Gas elpiji 3 kilogram berada di kisaran Rp19.751 per tabung.

Sementara itu, bahan bangunan seperti semen bervariasi antara Rp48 ribu hingga Rp56 ribu per sak tergantung merek. Besi beton ukuran 12 mm berada di kisaran Rp100.753 per batang.

Harga bahan bangunan ini menjadi indikator penting karena berkaitan dengan sektor konstruksi dan daya beli masyarakat secara umum.

Faktor Penyebab Perubahan Harga

Fluktuasi harga bahan pokok tidak terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga di pasar, antara lain:

  1. Pasokan dan Permintaan – Ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar dapat memicu kenaikan harga.

  2. Cuaca dan Musim – Curah hujan tinggi dapat mengganggu produksi pertanian dan distribusi.

  3. Biaya Distribusi – Kenaikan harga bahan bakar dan logistik berpengaruh langsung pada harga jual.

  4. Kebijakan Pemerintah – Subsidi, impor, dan regulasi perdagangan dapat memicu perubahan harga.

  5. Nilai Tukar Rupiah – Komoditas impor seperti kedelai sangat dipengaruhi kurs mata uang.

Pentingnya Memantau Harga Sembako

Memantau harga bahan pokok setiap hari menjadi langkah penting bagi masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Informasi harga membantu konsumen mengatur anggaran belanja sekaligus mengantisipasi kenaikan harga mendadak.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggunakan data harga untuk menentukan kebijakan stabilisasi pasar seperti operasi pasar murah atau distribusi tambahan pasokan.

Dengan kondisi harga yang masih fluktuatif, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam berbelanja dan menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan ekonomi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#21 Februari 2026 #beras #cabai rawit #harga sembako jawa timur #update harga sembako #daging ayam