RADARBANYUWANGI.ID - Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau melonjak tajam pada Sabtu (21/2/2026).
Kenaikan ini memperkuat tren penguatan logam mulia selain emas yang mulai menarik perhatian investor sebagai alternatif aset lindung nilai.
Berdasarkan data dari Logam Mulia Antam, harga perak Antam hari ini naik Rp4.000 menjadi Rp53.150 per gram.
Lonjakan tersebut terjadi hanya dalam waktu sehari setelah sebelumnya perak juga mengalami penguatan bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Pada Jumat (20/2/2026), harga perak tercatat di Rp49.150 per gram atau naik Rp750 dibanding hari sebelumnya. Sementara pada Kamis (19/2/2026), harga bahkan melonjak Rp8.000 menjadi Rp48.400 per gram.
Tren kenaikan beruntun ini menunjukkan momentum positif pasar perak yang sedang menguat mengikuti pergerakan harga global.
Harga Perak Batangan Antam Terbaru
Selain harga per gram, Antam juga merilis harga perak batangan dalam ukuran besar.
Untuk produk perak murni:
- Berat 250 gram: Rp13.687.500 (harga dasar)
Termasuk PPN 11%: Rp15.193.125 - Berat 500 gram: Rp26.575.000 (harga dasar)
Termasuk PPN 11%: Rp29.498.250
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar logam mulia global dan nilai tukar rupiah.
Perak Antam Heritage Ikut Terkerek
Kenaikan harga juga terlihat pada produk seri koleksi Perak Antam Heritage.
Rinciannya:
- Berat 31,1 gram: Rp2.200.782
Termasuk PPN 11%: Rp2.442.868 - Berat 186,6 gram: Rp12.083.086
Termasuk PPN 11%: Rp13.412.225
Produk Heritage biasanya memiliki nilai tambah desain dan koleksi sehingga harganya berbeda dengan perak batangan standar.
Harga Perak Dunia Melonjak 8 Persen
Penguatan harga perak domestik tidak terlepas dari lonjakan harga perak global. Pada perdagangan Jumat (20/2/2026), harga perak dunia tercatat naik signifikan sekitar 8 persen ke level US$ 84,64 per ons.
Kenaikan tersebut dipicu oleh kombinasi faktor ekonomi global, termasuk data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan serta kebijakan tarif global terbaru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Sentimen tersebut mendorong investor global beralih ke aset logam mulia sebagai perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi dan potensi inflasi.
Perak Mulai Dilirik sebagai Safe Haven Alternatif
Selama ini emas masih menjadi primadona investasi logam mulia. Namun kenaikan harga perak yang lebih agresif dalam beberapa waktu terakhir membuat investor mulai melirik komoditas ini sebagai alternatif safe haven.
Selain sebagai aset investasi, perak juga memiliki permintaan industri yang tinggi, terutama untuk sektor elektronik, energi surya, dan teknologi, sehingga potensi kenaikan harga jangka panjang dinilai cukup menarik.
Peluang dan Risiko bagi Investor
Bagi investor yang sudah memiliki perak, kenaikan harga saat ini membuka peluang keuntungan.
Namun bagi calon investor baru, keputusan membeli perlu mempertimbangkan volatilitas harga yang relatif lebih tinggi dibanding emas.
Analis pasar menilai pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator penting apakah tren kenaikan ini berlanjut atau hanya bersifat sementara akibat sentimen global jangka pendek.
Yang jelas, penguatan harga perak saat ini kembali menegaskan posisi logam mulia sebagai aset pelindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. (*)
Editor : Ali Sodiqin