RADARBANYUWANGI.ID - Pergerakan harga emas perhiasan pada Sabtu pagi (21/2/2026) menunjukkan dinamika yang berbeda di sejumlah penyedia.
Harga terpantau stabil di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata, sementara di Laku Emas mengalami kenaikan pada hampir seluruh kadar karat.
Kondisi ini mencerminkan bahwa pasar emas perhiasan masih bergerak mengikuti tren global, meski tidak selalu seragam di setiap perusahaan.
Fluktuasi harga emas sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari permintaan industri perhiasan dunia, pergerakan nilai tukar mata uang, hingga kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas.
Dengan tren yang terus berubah, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk rutin memantau harga agar dapat menentukan momentum terbaik untuk membeli ataupun menjual.
Harga Raja Emas Indonesia Stabil di Semua Kadar
Berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan pada Sabtu pagi terpantau stabil di seluruh kadar karat, mulai dari 24 karat hingga 12 karat.
Berikut rinciannya:
- 24 Karat : Rp 2.460.000 per gram
- 23 Karat : Rp 2.222.000 per gram
- 22 Karat : Rp 2.124.000 per gram
- 21 Karat : Rp 2.028.000 per gram
- 20 Karat : Rp 1.930.000 per gram
- 19 Karat : Rp 1.833.000 per gram
- 18 Karat : Rp 1.737.000 per gram
- 17 Karat : Rp 1.639.000 per gram
- 16 Karat : Rp 1.541.000 per gram
- 15 Karat : Rp 1.446.000 per gram
- 14 Karat : Rp 1.348.000 per gram
- 13 Karat : Rp 1.250.000 per gram
- 12 Karat : Rp 1.155.000 per gram
Stabilnya harga ini menunjukkan belum adanya penyesuaian besar dari sisi pasar ritel perhiasan meskipun harga emas global sedang bergerak naik.
Harga Hartadinata Juga Tidak Berubah
Sementara itu, harga emas perhiasan dari PT Hartadinata Abadi Tbk juga tercatat stabil pada berbagai kadar karat.
Daftar harga yang berlaku antara lain:
- 22 Karat : Rp 2.748.000 per gram
- 20 Karat : Rp 2.694.000 per gram
- 17 Karat : Rp 2.401.000 per gram
- 16 Karat : Rp 2.267.000 per gram
- 9 Karat : Rp 1.521.000 per gram
- 8 Karat : Rp 1.401.000 per gram
- 6 Karat : Rp 1.201.000 per gram
Kondisi stabil ini biasanya terjadi ketika perusahaan masih menyesuaikan stok lama dengan harga pasar terbaru sebelum melakukan perubahan harga berikutnya.
Laku Emas Naik di Semua Kadar Karat
Berbeda dengan dua penyedia sebelumnya, harga emas perhiasan di CMK Group melalui layanan Laku Emas justru mengalami kenaikan di seluruh kadar karat.
Kenaikan tertinggi terjadi pada emas 24 karat yang naik Rp19.000 per gram menjadi Rp2.560.000.
Berikut daftar harga lengkapnya:
- 24 Karat : Rp 2.560.000 (Naik Rp 19.000)
- 23 Karat : Rp 2.224.000 (Naik Rp 17.000)
- 22 Karat : Rp 2.126.000 (Naik Rp 16.000)
- 21 Karat : Rp 2.033.000 (Naik Rp 15.000)
- 20 Karat : Rp 1.935.000 (Naik Rp 15.000)
- 19 Karat : Rp 1.837.000 (Naik Rp 14.000)
- 18 Karat : Rp 1.738.000 (Naik Rp 13.000)
- 17 Karat : Rp 1.640.000 (Naik Rp 13.000)
- 16 Karat : Rp 1.542.000 (Naik Rp 12.000)
- 15 Karat : Rp 1.446.000 (Naik Rp 12.000)
- 14 Karat : Rp 1.348.000 (Naik Rp 10.000)
- 13 Karat : Rp 1.252.000 (Naik Rp 10.000)
- 12 Karat : Rp 1.154.000 (Naik Rp 9.000)
Kenaikan ini sejalan dengan tren penguatan harga emas batangan yang sebelumnya juga mengalami lonjakan signifikan.
Faktor Global Masih Jadi Penentu Utama
Pergerakan harga emas perhiasan tidak dapat dilepaskan dari kondisi pasar global.
Permintaan emas dunia yang meningkat, ketidakpastian ekonomi, serta kebijakan suku bunga bank sentral menjadi faktor utama yang memengaruhi harga.
Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga berperan penting dalam menentukan harga emas di dalam negeri.
Momentum bagi Investor dan Pembeli
Bagi masyarakat yang sudah memiliki emas perhiasan, kondisi harga saat ini membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan jika memutuskan menjual.
Namun bagi calon pembeli baru, kenaikan bertahap justru memunculkan dilema antara membeli sekarang atau menunggu koreksi harga.
Dalam situasi ekonomi yang dinamis, emas perhiasan tetap menjadi salah satu instrumen penyimpanan nilai yang diminati karena mudah dicairkan dan memiliki nilai intrinsik.
Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator apakah tren kenaikan berlanjut atau hanya penyesuaian sementara.
Yang jelas, pemantauan rutin terhadap harga menjadi kunci agar keputusan investasi lebih optimal. (*)
Editor : Ali Sodiqin