Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hujan Deras Guyur Banyuwangi, Pasar Takjil Setro Penganten Sepi Pembeli dan Banyak Pedagang Tutup Lapak

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:00 WIB

Deretan lapak yang menyediakan menu takjil di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo mendadak sepi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras, Jumat sore (20/1).
Deretan lapak yang menyediakan menu takjil di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo mendadak sepi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras, Jumat sore (20/1).

RADARBANYUWANGI.ID – Hujan deras disertai petir yang mengguyur Banyuwangi, Jumat sore (20/2), tak hanya memicu genangan di sejumlah ruas jalan.

Dampak paling terasa justru dialami pelaku UMKM di pasar takjil kawasan Setro Penganten. Lapak-lapak yang biasanya ramai pembeli menjelang berbuka puasa mendadak lengang.

Sejak sekitar pukul 15.30 WIB, hujan turun cukup lebat dan berlangsung lebih dari satu jam. Kondisi tersebut membuat pengunjung enggan datang.

Padahal, sehari sebelumnya kawasan ini dipadati masyarakat yang berburu menu berbuka.

Pantauan di lokasi, deretan pedagang di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo terlihat sibuk menyelamatkan barang dagangan.

Photo
Photo

Sebagian menutup lapak dengan plastik seadanya, sementara lainnya memilih menutup lebih awal karena khawatir dagangan rusak.

Akses Tergenang, Pembeli Enggan Datang

Sepinya pembeli tak lepas dari kondisi genangan di sekitar lokasi. Kawasan pasar takjil Setro Penganten dikelilingi jalan yang tergenang air, baik di sisi timur Jalan Kolonel Sugiono maupun sisi barat Jalan Ahmad Yani, tepat di depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Genangan membuat akses kendaraan menjadi sulit. Pengendara motor harus memperlambat laju agar tidak tergelincir atau mogok.

Kondisi ini membuat sebagian warga memilih berbuka dengan menu seadanya di rumah ketimbang keluar membeli takjil.

Pedagang Minuman Paling Terdampak

Laily, 21, penjual jus buah asal Kecamatan Rogojampi, mengaku terpaksa memasukkan sebagian buah dagangannya saat hujan turun tiba-tiba. Tenda kecil yang ia gunakan tak mampu menahan terpaan air hujan.

“Ya, hujan seperti ini saya masukkan sebagian buah-buahan agar tidak basah semua karena tendanya cukup kecil juga,” ujarnya.

Ia mengaku kondisi tersebut membuat hampir tidak ada pembeli yang mampir. Terlebih, produk yang dijual berupa minuman dingin seperti es buah yang kurang diminati saat cuaca dingin dan hujan.

“Hujan kayak begini masih belum ada pembeli. Apalagi dagangan saya es buah,” tambahnya.

Sate Taichan Pilih Tutup Lapak

Hal serupa dialami Aliyah, pedagang sate taichan. Ia bahkan memutuskan tidak berjualan karena hujan turun tepat saat ia mulai menata dagangan.

“Saya baru menata barang dagangan jam 15.30, tetapi langsung diguyur hujan jadi saya putuskan tidak berjualan hari ini,” katanya.

Menurutnya, risiko bahan makanan terkena air hujan cukup besar. Jika bumbu dan daging sate basah, cita rasa bisa berubah dan kualitas menurun.

“Kalau bumbu dan daging sate terkena air hujan, rasanya bisa tidak enak. Pembeli juga kemungkinan sedikit karena hujan, jadi saya simpan bumbu dan baru berjualan besok,” tutupnya.

Berbanding Terbalik dengan Hari Sebelumnya

Sepinya pasar takjil sore itu sangat kontras dibandingkan Rabu (19/2), ketika kawasan tersebut dipadati masyarakat hingga berdesakan.

Aneka menu seperti kolak, gorengan, es buah, hingga lauk siap santap laris manis diburu pembeli.

Namun, hujan deras yang turun lebih dari satu jam membuat suasana berubah drastis. Deretan lapak tampak lengang, hanya beberapa pembeli yang datang dengan mengenakan mantel hujan.

Sebagian warga memilih berteduh di bawah kanopi pertokoan. Ada pula yang tetap berbelanja cepat sebelum kembali pulang.

Harapan Cuaca Cerah Kembali

Para pedagang berharap cuaca segera membaik agar penjualan kembali normal. Ramadan menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

“Kalau hujan terus begini, jelas sepi. Mudah-mudahan besok cerah lagi supaya pembeli ramai,” ujar salah satu pedagang lainnya.

Hingga hujan reda menjelang petang, aktivitas pasar takjil belum sepenuhnya pulih. Sebagian pedagang sudah lebih dulu menutup lapak dan memilih pulang.

Hujan deras memang membawa berkah bagi sebagian pihak, tetapi bagi pedagang takjil sore itu, cuaca ekstrem justru menjadi ujian berat di tengah harapan meraup rezeki bulan Ramadan. (ram/rio/ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#pasar takjil #sepi pembeli #Sepi Pengunjung #banyuwangi #hujan deras