RADARBANYUWANGI.ID – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, ketersediaan bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Banyuwangi terpantau aman.
Kondisi tersebut berdampak pada harga komoditas yang relatif stabil meski sempat mengalami kenaikan beberapa hari sebelumnya.
Di Pasar Banyuwangi, harga cabai rawit yang sempat melonjak tajam kini mulai terkendali. Berdasarkan pantauan Rabu (18/2), pedagang menjual cabai rawit di kisaran Rp 95 ribu per kilogram (kg).
Harga ini dinilai masih wajar mengingat tren kenaikan yang biasa terjadi menjelang Ramadan.
Situasi serupa juga terlihat di Pasar Induk Genteng 1. Aktivitas jual beli berjalan normal, dengan jumlah pengunjung yang tidak jauh berbeda dibanding hari-hari biasa. Meski ada peningkatan, lonjakannya tidak terlalu signifikan.
Petugas Pasar Induk Genteng 1, Arif Kurniawan, mengatakan kenaikan jumlah pengunjung menjelang hari besar keagamaan merupakan hal lumrah.
Namun, hingga saat ini peningkatan tersebut masih dalam batas wajar.
“Dari pantauan kami memang naik, tapi hanya sekitar 30 persen saja. Tidak signifikan. Nantinya seiring mendekati Lebaran pasti akan semakin ramai,” ujarnya.
Harga Cabai Merah Naik, Stok Tetap Aman
Arif mengakui beberapa komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan harga, namun tidak terlalu jauh dari harga normal.
Ia memprediksi harga cabai berpotensi naik lagi mendekati hari H Ramadan maupun Lebaran.
“Harganya masih naik turun, meski sedikit. Biasanya mendekati hari H, harga cabai akan kembali melambung,” jelasnya.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup terasa adalah cabai merah besar. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp 8 ribu per kg, kini harganya naik menjadi Rp 24 ribu per kg.
“Harga cabai merah besar sekarang ini juga ikut naik,” tambahnya.
Meski demikian, Arif memastikan stok sembako di Pasar Induk Genteng 1 masih dalam kondisi aman.
Hasil observasi rutin menunjukkan tidak ada kelangkaan barang yang berpotensi memicu lonjakan harga signifikan.
“Belum ada informasi ada komoditas yang melambung karena stoknya sedikit. Masih normal semua,” tegasnya.
Cuaca Pengaruhi Produksi Cabai
Sementara itu, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Genteng 1, Huda, 27, mengungkapkan kenaikan harga cabai tidak semata-mata karena faktor Ramadan.
Cuaca buruk yang belakangan sering terjadi juga berdampak pada produksi di tingkat petani.
“Sering hujan membuat produksi cabai menurun. Itu yang membuat harga naik,” ujarnya.
Namun demikian, ia menilai kenaikan harga saat ini masih dalam batas terjangkau dan belum terlalu memberatkan konsumen.
“Naiknya belum terlalu tinggi, masih terbilang terjangkau,” pungkasnya.
Warga Diminta Belanja Bijak
Dengan kondisi stok bahan pangan yang aman dan harga relatif stabil, masyarakat diimbau tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong berlebihan.
Pemerintah daerah bersama pengelola pasar juga terus melakukan pemantauan harga guna menjaga stabilitas selama Ramadan 2026.
Stabilnya pasokan dan harga ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung kelancaran ibadah puasa tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pokok secara drastis. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin