Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Festival Ngerandu Buko 2026 di Jalan Letjen Sutoyo Banyuwangi, 300 UMKM Ramaikan Pasar Takjil Ramadan 1447 H

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 19 Februari 2026 | 06:30 WIB

PERSIAPAN: Gapura dan banner Ngerandu Buko terpasang di ujung barat Jalan Letjen Sutoyo Banyuwangi, Rabu (18/2).
PERSIAPAN: Gapura dan banner Ngerandu Buko terpasang di ujung barat Jalan Letjen Sutoyo Banyuwangi, Rabu (18/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, persiapan Pasar Takjil di kawasan Jalan Letjen Sutoyo Banyuwangi mulai dimatangkan.

Rabu (18/2), sejumlah elemen pendukung kegiatan sudah terpasang, menandai segera bergulirnya Festival Ngerandu Buko yang akan menjadi pusat ngabuburit warga kota.

Di ujung barat Jalan Letjen Sutoyo, tampak gapura besar berdiri lengkap dengan banner bertuliskan “Festival Ngerandu Buko”.

Ornamen bernuansa Islami menghiasi kawasan tersebut, menciptakan suasana khas Ramadan yang hangat dan semarak.

Tak hanya deretan lapak pedagang, panitia juga menyiapkan panggung khusus bagi anak-anak dan remaja untuk mengaji serta menampilkan berbagai pertunjukan bernuansa Islami.

Photo
Photo

Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hadrah, hingga penampilan seni religi akan mewarnai sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Lurah Tukang Kayu, Hotmada Tanjung, mengatakan Pasar Takjil Ramadan 1447 H di Jalan Letjen Sutoyo akan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat selama bulan puasa.

Lokasinya yang strategis, tidak jauh dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Setro Pengantin, dinilai sangat representatif untuk menampung ratusan pedagang.

“Pasar takjil tersebut buka mulai sore, ketika masyarakat melakukan ngabuburit. Jadi warga bisa berburu takjil sekaligus menikmati suasana Ramadan bersama keluarga,” ujarnya.

Libatkan 300 UMKM se-Banyuwangi

Antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bergabung dalam Festival Ngerandu Buko terbilang tinggi. Berdasarkan data kelurahan, jumlah pendaftar mencapai sekitar 300 pelaku UMKM.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 pedagang merupakan pelaku usaha yang sebelumnya telah berjualan di area Setro Pengantin. Sementara 250 pedagang lainnya berasal dari berbagai kecamatan di Banyuwangi.

“Para UMKM berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kalibaru. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan pendapatan,” jelas Tanjung.

Keberagaman asal pedagang ini juga diyakini akan memperkaya variasi kuliner yang ditawarkan.

Mulai dari aneka jajanan tradisional, minuman segar, kolak, es buah, kurma, hingga makanan berat untuk berbuka puasa dipastikan tersedia lengkap.

Dongkrak Ekonomi Rakyat

Festival Ngerandu Buko bukan sekadar pasar takjil biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda dalam menyemarakkan Ramadan.

Dengan melibatkan ratusan UMKM, perputaran uang selama Ramadan diprediksi meningkat signifikan.

Apalagi, Jalan Letjen Sutoyo merupakan salah satu ruas strategis di pusat kota yang mudah dijangkau warga.

Pemerintah kelurahan bersama panitia juga memastikan penataan lapak dilakukan secara rapi agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Ramadan selalu menjadi momentum emas bagi pelaku UMKM untuk meraup berkah. Kehadiran Pasar Takjil di Jalan Letjen Sutoyo Banyuwangi diharapkan mampu menjadi magnet baru aktivitas ngabuburit sekaligus mendorong geliat ekonomi lokal selama bulan suci.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Festival Ngerandu Buko 1447 H diproyeksikan menjadi salah satu agenda Ramadan paling ramai dan dinanti masyarakat Banyuwangi tahun ini. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pasar takjil #Festival Ngerandu Buko #umkm #ramadan #banyuwangi