Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sambut Ramadan 1447 H, Bupati Ipuk Fiestiandani Instruksikan Dinas Fasilitasi Pasar Takjil di Seluruh Banyuwangi

Ali Sodiqin • Rabu, 18 Februari 2026 | 15:30 WIB

Suasana Pasar Takjil Ramadan tahun lalu di Banyuwangi.
Suasana Pasar Takjil Ramadan tahun lalu di Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga pemerintah desa untuk mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil di berbagai wilayah.

Instruksi tersebut disampaikan Ipuk sebagai langkah antisipatif agar pelaksanaan pasar takjil selama Ramadan berjalan tertib, aman, dan memberi dampak ekonomi maksimal bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Ipuk, pasar takjil bukan sekadar tradisi tahunan warga saat bulan puasa.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang ekonomi yang sangat penting bagi para pelaku UMKM yang menggantungkan peningkatan pendapatan selama Ramadan.

"Saya minta dinas terkait dan para camat membantu memfasilitasi pasar takjil. Atur dengan baik supaya tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli," ujar Ipuk, Selasa (17/2/2026), dikutip dari laman banyuwangikab.go.id.

Titik Ramai Pasar Takjil di Kota Banyuwangi

Di wilayah Kota Banyuwangi, sejumlah titik setiap tahun menjadi pusat keramaian pasar takjil. Di antaranya kawasan Pantai Marina Boom serta sepanjang Jalan Letjen Sutoyo.

Kedua lokasi tersebut dikenal selalu dipadati warga yang berburu aneka makanan dan minuman berbuka puasa, mulai dari jajanan tradisional, minuman segar, hingga kuliner kekinian.

Ipuk menegaskan, penataan di titik-titik strategis itu harus dilakukan sejak awal. Pemerintah daerah diminta berkoordinasi untuk mengatur zonasi pedagang, arus lalu lintas, serta memastikan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan penerangan tersedia memadai.

Dinas Kesehatan Diminta Awasi Higienitas Takjil

Selain aspek ketertiban dan kenyamanan, Ipuk juga memberi perhatian serius pada faktor kesehatan.

Ia meminta Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas turun langsung memastikan kebersihan makanan dan minuman yang dijual para pedagang.

"Tolong Dinas Kesehatan bersama puskesmas aktif mendampingi. Pastikan higienitasnya terjaga, supaya masyarakat tenang saat membeli takjil," tegasnya.

Tak hanya itu, puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah juga diminta melakukan pemeriksaan berkala terhadap sampel makanan serta memberikan edukasi sederhana kepada para pelaku UMKM.

"Datangi pedagangnya, beri arahan cara pengolahan yang bersih dan aman," sambung Ipuk.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan kesehatan selama Ramadan, sekaligus meningkatkan kesadaran pedagang terhadap standar keamanan pangan.

Ramadan Jadi Momentum Dongkrak Ekonomi UMKM

Ipuk menekankan, pasar takjil memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal. Banyak pedagang kecil, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku usaha rumahan, yang mengandalkan momen Ramadan untuk menambah penghasilan.

Menurutnya, UMKM merupakan salah satu penopang utama ekonomi daerah. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir memberikan pendampingan dan dukungan agar mereka bisa berjualan dengan aman dan tertib.

"Pasar takjil tidak hanya menjadi tempat jual beli makanan berbuka. Di sana, banyak pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan," ujarnya.

Ramadan, lanjut Ipuk, menjadi kesempatan emas bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Setiap Desa Diminta Berkreasi, Tetap Jaga Ketertiban

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan setiap desa dan kelurahan dapat menggelar pasar takjil sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing.

Namun, Ipuk mengingatkan agar penyelenggaraan tetap memperhatikan ketertiban umum dan tidak mengganggu lalu lintas.

"Silakan berkreasi, tapi tetap koordinasi agar tidak mengganggu lalu lintas dan tetap menjaga ketertiban umum," tegasnya.

Dengan persiapan matang sejak awal, Pemkab Banyuwangi berharap pasar takjil Ramadan 1447 H tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara lebih luas dan terstruktur.

Sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, dinas terkait, hingga pelaku UMKM diharapkan dapat menciptakan pasar takjil yang tertib, sehat, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Banyuwangi selama bulan suci Ramadan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#pasar takjil #umkm #Ipuk Fiestiandani #ramadan #banyuwangi