Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuaca Buruk di Perairan Banyuwangi, Harga Ikan Lemuru Naik Jadi Rp 12 Ribu per Kg di Muncar

Zamrozi Wahyu • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:00 WIB

BERJEJER: Perahu nelayan berjejer di Pelabuhan Perikanan Muncar, Selasa (17/2). Imbas cuaca buruk, banyak nelayan yang tidak melaut.
BERJEJER: Perahu nelayan berjejer di Pelabuhan Perikanan Muncar, Selasa (17/2). Imbas cuaca buruk, banyak nelayan yang tidak melaut.

RADARBANYUWANGI.ID - Cuaca buruk yang kerap melanda wilayah perairan Banyuwangi dalam sepekan terakhir berdampak langsung pada harga ikan segar di pasaran.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah ikan lemuru, primadona tangkapan nelayan di wilayah Muncar.

Jika dalam kondisi normal harga ikan lemuru di tingkat nelayan berkisar antara Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram (kg), kini harganya merangkak naik.

Pada Selasa (17/2), nelayan menjual ikan lemuru seharga Rp 12 ribu per kg.

Kenaikan harga ikan lemuru di Banyuwangi ini dipicu oleh pasokan yang relatif terbatas.

Banyak nelayan memilih tidak melaut karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat, terutama di wilayah Selat Bali dan perairan selatan Banyuwangi.

Salah satu nelayan di Pelabuhan Muncar, Ivan Restu, 34, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir aktivitas melaut menurun drastis.

Gelombang tinggi dan angin kencang membuat sebagian besar nelayan memilih beristirahat.

“Sudah satu pekan ini banyak nelayan yang libur,” katanya.

Menurut dia, cuaca tidak menentu membuat risiko melaut semakin tinggi.

Meski demikian, masih ada sebagian nelayan yang tetap nekat berangkat demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ada juga yang berangkat, kalau urusan perut banyak yang nekat,” ujarnya.

Ivan menambahkan, nelayan yang memilih tidak melaut memanfaatkan waktu untuk memperbaiki alat tangkap, perahu, maupun kapal mereka. Langkah tersebut diambil sembari menunggu kondisi cuaca kembali normal.

“Takut risiko kalau berangkat sebab cuaca tidak menentu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan nelayan lain, Kosim, 60, warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Ia menyebutkan bahwa saat ini mayoritas tangkapan nelayan didominasi ikan lemuru dan layang.

Namun karena jumlah kapal yang melaut berkurang, stok ikan di pelelangan otomatis ikut menipis.

Kosim menjelaskan, kenaikan harga lemuru menjadi konsekuensi logis dari hukum pasar.

Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga pun ikut terdongkrak.

“Lemuru harganya Rp 12 ribu per kg dari nelayan, ini imbas dari cuaca buruk. Padahal normalnya harga lemuru Rp 10 ribu per kg. Bahkan saat musim panen raya, harga lemuru hanya Rp 8 ribu per kg,” pungkasnya.

Ikan lemuru sendiri merupakan salah satu komoditas unggulan perairan Muncar yang selama ini menjadi andalan nelayan sekaligus bahan baku industri pengolahan ikan.

Saat musim panen raya, hasil tangkapan bisa melimpah hingga harga cenderung turun. Namun kondisi berbeda terjadi ketika cuaca ekstrem melanda.

Kenaikan harga ikan lemuru di Banyuwangi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama cuaca di Selat Bali belum stabil.

Nelayan berharap kondisi perairan segera membaik agar aktivitas melaut kembali normal dan pasokan ikan di pasaran kembali stabil.

Sementara itu, para pedagang di pasar tradisional mulai menyesuaikan harga jual di tingkat konsumen.

Meski belum melonjak drastis, kenaikan harga dari nelayan berpotensi berdampak pada harga eceran jika cuaca buruk terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Ikan Lemuru #cuaca buruk #banyuwangi #muncar