RADARBANYUWANGI.ID - Harga logam mulia perak produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 17 Februari 2026.
Pelemahan harga ini terjadi setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga perak murni hari ini turun Rp250 menjadi Rp48.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga perak juga sudah melemah Rp500 ke level Rp48.250 per gram.
Padahal pada Sabtu (14/2/2026), harga perak Antam sempat melonjak Rp900 hingga menyentuh Rp48.750 per gram sebelum akhirnya kembali terkoreksi.
Penurunan harga perak domestik ini terjadi seiring tren pelemahan harga perak global dalam beberapa hari terakhir.
Rincian Harga Perak Antam Terbaru
Selain harga per gram, Antam juga merilis harga produk perak dalam berbagai ukuran, termasuk seri Heritage. Berikut rinciannya:
Perak Batangan Antam
- 250 gram: Rp12.400.000 (Rp13.764.000 termasuk PPN 11%)
- 500 gram: Rp24.000.000 (Rp26.640.000 termasuk PPN 11%)
Perak Antam Heritage
- 31,1 gram: Rp2.040.601 (Rp2.265.067 termasuk PPN 11%)
- 186,6 gram: Rp11.122.096 (Rp12.345.527 termasuk PPN 11%)
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar logam mulia global.
Harga Perak Dunia Ikut Melemah
Di pasar internasional, harga perak juga menunjukkan tren penurunan. Pada Senin (16/2/2026), harga perak dunia turun 1,05 persen menjadi US$76,61 per ons.
Tekanan berlanjut pada perdagangan berikutnya dengan pelemahan tambahan 0,57 persen ke level US$76,18 per ons.
Analis MarketPulse dari OANDA, Zain Vawda, menjelaskan bahwa perak merupakan komoditas yang sensitif terhadap kondisi ekonomi global.
Menurutnya, ketika indikator ekonomi menunjukkan penguatan, kebutuhan investor terhadap aset lindung nilai seperti perak cenderung menurun.
“Sebagai logam yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi, setiap tanda penguatan ekonomi akan mengurangi daya tarik perak sebagai aset safe haven dibandingkan emas,” ujarnya.
Ia menambahkan, data ketenagakerjaan yang kuat juga menjadi faktor yang menekan minat investor terhadap aset lindung nilai.
Prospek Perak Masih Dipengaruhi Faktor Global
Pergerakan harga perak dalam negeri pada dasarnya sangat dipengaruhi kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta permintaan industri.
Berbeda dengan emas yang dominan sebagai aset investasi, perak memiliki peran ganda sebagai komoditas industri dan investasi sehingga volatilitasnya cenderung lebih tinggi.
Meski demikian, perak masih menjadi pilihan sebagian investor karena harga yang relatif lebih terjangkau dibanding emas, terutama untuk investasi jangka panjang maupun diversifikasi portofolio.
Pelaku pasar kini menantikan perkembangan data ekonomi global berikutnya yang diperkirakan akan kembali memengaruhi arah pergerakan harga logam mulia, termasuk perak Antam di pasar domestik. (*)
Editor : Ali Sodiqin