RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas perhiasan terpantau mengalami penurunan bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek, Selasa (17/2/2026).
Koreksi harga ini terjadi pada dua penyedia utama, yakni Rajaemas dan Lakuemas, dengan selisih harga yang bervariasi tergantung kadar karat masing-masing produk.
Penurunan harga tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang berencana membeli perhiasan untuk kebutuhan koleksi, investasi ringan, maupun hadiah pada momen perayaan Imlek yang identik dengan simbol kemakmuran.
Harga Emas 24 Karat Masih Tertinggi
Di Rajaemas, harga emas perhiasan dengan kadar tertinggi 24 karat (K24*) saat ini berada di level Rp2.590.000 per gram.
Sementara pilihan kadar terendah, yakni 5 karat, dibanderol Rp472.000 per gram.
Di sisi lain, Lakuemas menawarkan harga emas perhiasan 24 karat dengan kemurnian 99 persen sedikit lebih rendah, yakni Rp2.558.000 per gram.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi beberapa faktor seperti kadar kemurnian, biaya produksi, margin penjualan, serta kebijakan masing-masing penyedia.
Perbandingan Harga Berdasarkan Kadar Karat
Berikut rincian perbandingan harga emas perhiasan di kedua gerai:
- 24K / 99%
Rajaemas: Rp2.590.000
Lakuemas: Rp2.558.000 - 23K
Rajaemas: Rp2.205.000
Lakuemas: Rp2.222.000 - 22K
Rajaemas: Rp2.110.000
Lakuemas: Rp2.125.000 - 21K
Rajaemas: Rp2.015.000
Lakuemas: Rp2.032.000 - 20K
Rajaemas: Rp1.917.000
Lakuemas: Rp1.933.000 - 18K
Rajaemas: Rp1.725.000
Lakuemas: Rp1.737.000 - 14K
Rajaemas: Rp1.340.000
Lakuemas: Rp1.347.000 - 10K
Rajaemas: Rp952.000
Lakuemas: Rp958.000 - 5K
Rajaemas: Rp472.000
Lakuemas: –
Banyak Pilihan Sesuai Anggaran Konsumen
Di Rajaemas sendiri tersedia pilihan kadar yang cukup lengkap mulai dari K5 hingga K24 standar yang dijual sekitar Rp2.450.000 per gram. Variasi ini memungkinkan konsumen menyesuaikan pembelian dengan kemampuan finansial.
Sementara itu, Lakuemas menyediakan rentang kadar mulai 9K hingga 24K untuk mengakomodasi kebutuhan konsumen dari segmen pemula hingga kolektor perhiasan dengan kadar tinggi.
Momentum Beli Saat Harga Turun
Analis pasar emas menilai penurunan harga perhiasan pada periode Imlek cukup menarik karena biasanya permintaan justru meningkat.
Kondisi ini membuka peluang bagi masyarakat untuk membeli dengan harga relatif lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, perhiasan emas masih menjadi salah satu instrumen penyimpan nilai yang populer di Indonesia karena mudah dicairkan serta memiliki nilai estetika sekaligus fungsi investasi.
Faktor Penurunan Harga
Pergerakan harga emas perhiasan umumnya dipengaruhi oleh:
- Harga emas dunia.
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
- Permintaan pasar domestik.
- Biaya produksi dan margin penjual.
Meski harga sedang terkoreksi, tren jangka panjang emas masih dinilai positif sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Dengan momentum harga yang lebih rendah di momen Imlek tahun ini, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk membeli emas perhiasan baik untuk kebutuhan pribadi maupun hadiah kepada keluarga. (*)
Editor : Ali Sodiqin