RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, terus tancap gas mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Tidak hanya fokus memoles destinasi wisata seperti Talang Hills, Pemdes Genteng Wetan kini getol memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan bazar kuliner rutin di sejumlah titik strategis desa.
Langkah tersebut bukan sekadar wacana. Pengembangan bazar kuliner yang dijalankan secara konsisten terbukti mampu mendongkrak perputaran ekonomi warga. Dampaknya pun mulai dirasakan langsung oleh pelaku UMKM setempat.
Dua Bazar Kuliner Sukses Gerakkan Ekonomi
Sejauh ini, sudah ada dua lokasi bazar kuliner yang dinilai sukses mengerek roda perekonomian warga.
Dua titik tersebut yakni Wisata Kuliner Kalisanter di Dusun Cangaan dan Wisata Kuliner Pokdakan Ain di Dusun Krajan.
Kepala Desa Genteng Wetan, H Sukri, mengungkapkan bahwa pihaknya memang tengah fokus mengembangkan lokasi wisata kuliner sebagai wadah pemasaran produk warga.
“Potensi kami itu ya warganya. Warga kami banyak yang bergerak di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya makanan. Kami hadir untuk menyiapkan wadahnya,” ujarnya kemarin (15/2).
Menurut Sukri, kehadiran bazar kuliner yang digelar secara rutin mampu menciptakan ruang transaksi dan interaksi ekonomi yang nyata.
“Kalau ada wadahnya, akan ada transaksi jual beli. Warga berjualan makanan tradisional dan makanan kekinian. Kami gelar satu minggu sekali di Pokdakan Ain, dan satu bulan dua kali untuk lokasi Kalisanter,” jelasnya.
Konsep Wisata Sungai Jadi Daya Tarik
Tak sekadar menghadirkan lapak jualan, Pemdes Gentengwetan bersama warga menyiapkan konsep bazar secara serius.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah melepas bibit ikan di sungai yang berada tak jauh dari lokasi bazar.
Keberadaan ikan di aliran sungai tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama keluarga yang datang bersama anak-anak.
“Daya tariknya, warga bisa melihat ikan di sungai dekat bazar itu. Kebetulan memang dua lokasi itu berada di pinggiran aliran sungai,” terang Sukri.
Konsep ini menjadikan bazar kuliner tak hanya sebagai tempat belanja makanan, tetapi juga ruang rekreasi sederhana yang nyaman dan ramah keluarga.
Pavingisasi Dukung Aktivitas Warga
Tak berhenti di sektor kuliner, Pemdes Genteng Wetan juga melakukan penataan infrastruktur pendukung.
Pada 2025 lalu, pemerintah desa telah merampungkan pavingisasi di area persawahan Dusun Krajan 1.
Area tersebut sebelumnya kerap dimanfaatkan warga untuk olahraga pagi maupun sore hari. Dengan adanya pavingisasi, aktivitas warga kini menjadi lebih nyaman dan aman.
“Karena banyak yang memanfaatkan tempat itu, maka kami paving. Dengan begitu warga bisa olahraga dengan nyaman, bahkan ada juga yang berjualan,” tuturnya.
Langkah ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru, karena aktivitas olahraga warga turut mendorong munculnya pedagang kecil di sekitar lokasi.
Talang Hills Akan Dihidupkan Kembali
Selain menguatkan sektor kuliner, Pemdes Genteng Wetan juga berencana menghidupkan kembali wisata Talang Hills yang berada di Dusun Resomulyo
. Lokasi tersebut dirancang menjadi destinasi agrowisata sekaligus tempat camping yang nyaman.
Talang Hills nantinya akan dikembangkan sebagai wisata kebun, di mana pengunjung bisa menikmati suasana alam terbuka sekaligus belajar tentang pertanian dan tanaman produktif.
“Untuk camp bisa, nantinya akan jadi lokasi agrowisata alias wisata kebun,” pungkas Sukri.
Pengembangan Talang Hills diharapkan mampu melengkapi ekosistem ekonomi desa. Wisata alam dan bazar kuliner akan saling terintegrasi, sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM.
Dengan strategi pengembangan wisata dan bazar kuliner yang terencana, Pemdes Gentengwetan optimistis perekonomian warga akan terus tumbuh.
UMKM lokal pun diharapkan semakin berdaya dan mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa di Kecamatan Genteng, Banyuwangi. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin