RADARBANYUWANGI.ID – Kebutuhan energi rumah tangga di Banyuwangi diprediksi meningkat signifikan menjelang bulan Ramadan.
Mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina Patra Niaga menambah pasokan elpiji subsidi melalui skema penyaluran fakultatif atau tambahan di luar distribusi reguler sebanyak 40.880 tabung.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momen Ramadan, yang identik dengan peningkatan aktivitas memasak untuk sahur dan berbuka puasa.
Konsumsi Harian Tembus 63 Ribu Tabung
Berdasarkan data distribusi, rata-rata konsumsi harian elpiji subsidi di Banyuwangi mencapai 63.670 tabung.
Angka tersebut menempatkan Banyuwangi sebagai kabupaten dengan konsumsi elpiji subsidi nomor tujuh terbanyak di Jawa Timur.
Dengan tambahan 40.880 tabung, pasokan yang digelontorkan mencapai sekitar 64,2 persen dari rata-rata konsumsi harian.
Jumlah ini dinilai cukup signifikan untuk meredam potensi kelangkaan akibat lonjakan permintaan musiman.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa elpiji menjadi produk energi dengan potensi kenaikan konsumsi paling tinggi menjelang Ramadan.
“Elpiji menjadi kebutuhan utama untuk memasak sahur dan berbuka. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui penyaluran fakultatif sebagai tambahan dari distribusi reguler,” ujarnya.
Banyuwangi Jadi Daerah Prioritas
Secara umum, di wilayah Jawa Timur, Pertamina menyiapkan tambahan lebih dari 68 persen dari rata-rata penyaluran harian. Jumlah tersebut setara dengan 1.096.295 tabung elpiji.
Banyuwangi menjadi salah satu daerah prioritas karena tingkat konsumsi yang relatif tinggi dibandingkan kabupaten lain.
Selain sebagai daerah dengan aktivitas perdagangan yang dinamis, Banyuwangi juga dikenal sebagai kawasan dengan mobilitas masyarakat yang cukup padat.
Distribusi BBM Juga Dipantau Ketat
Tak hanya elpiji, distribusi bahan bakar minyak (BBM) juga mendapat perhatian serius. Pertamina melakukan build up stock atau penambahan cadangan stok sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Pengecekan sarana dan fasilitas SPBU dilakukan secara intensif, termasuk memastikan aspek kuantitas dan kualitas (Quantity and Quality/QQ) tetap terjaga.
“Antisipasi ini penting karena Banyuwangi memiliki mobilitas tinggi, baik dari sektor perdagangan maupun pariwisata. Hal ini tentu memengaruhi kebutuhan energi masyarakat,” imbuh Ahad.
Langkah preventif tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi selama Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.
Warga Diminta Tidak Panic Buying
Meski pasokan telah ditambah signifikan, Pertamina tetap mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Terlebih, elpiji 3 kilogram merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Warga yang tergolong mampu diminta beralih menggunakan elpiji nonsubsidi agar distribusi subsidi lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan kelangkaan di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama elpiji. Jangan sampai kekhawatiran dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.
Dengan tambahan pasokan mencapai 64,2 persen dari rata-rata konsumsi harian, kebutuhan elpiji masyarakat Banyuwangi diharapkan tetap aman dan terkendali sepanjang Ramadan.
Pemerintah daerah dan Pertamina pun terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat pangkalan. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin