Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Cabai Rawit di Pasar Banyuwangi Tembus Rp 90 Ribu per Kg, Naik Rp 10 Ribu Sehari

Sigit Hariyadi • Jumat, 13 Februari 2026 | 23:30 WIB

SEMAKIN MAHAL: Pedagang melayani pembeli cabai di Pasar Banyuwangi, Jumat (13/2).
SEMAKIN MAHAL: Pedagang melayani pembeli cabai di Pasar Banyuwangi, Jumat (13/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Lonjakan harga cabai rawit di Kabupaten Banyuwangi masih berlanjut. Dalam tempo sehari, komoditas yang identik dengan rasa pedas tersebut naik Rp 10 ribu per kilogram (kg).

Pantauan di Pasar Banyuwangi, Jumat (13/2), pedagang menjual cabai rawit seharga Rp 90 ribu per kg. Padahal sehari sebelumnya, Kamis (12/2), harga cabai rawit masih berada di angka Rp 80 ribu per kg.

Kenaikan ini memperpanjang tren merangkaknya harga cabai sejak awal Februari. Bahkan, jika ditarik ke awal Januari, lonjakannya terbilang cukup signifikan.

Awal Januari Masih Rp 55 Ribu per Kg

Kiyama, salah satu pedagang aneka bumbu di Pasar Banyuwangi, menyebut harga cabai rawit saat ini jauh lebih tinggi dibanding awal bulan.

“Awal Februari harga cabai rawit sekitar Rp 70 ribu per kg. Bahkan, awal Januari masih berada di kisaran Rp 55 ribu,” ujarnya.

Artinya, dalam waktu sekitar satu setengah bulan, harga cabai rawit telah melonjak Rp 35 ribu per kg. Kenaikan tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Menurut Kiyama, ketika harga cabai mahal, bukan hanya konsumen yang mengeluh. Pedagang pun merasakan tekanan yang sama.

“Karena modal yang harus dikeluarkan membeli cabai lebih besar, sedangkan keuntungan yang kami dapat per kg tidak jauh berbeda dibandingkan saat harga cabai murah. Belum lagi risiko ada cabai yang busuk,” katanya.

Ia menjelaskan, margin keuntungan pedagang relatif tetap. Namun, risiko kerugian meningkat karena harga beli tinggi dan daya beli konsumen menurun.

Konsumen Kurangi Pembelian

Lonjakan harga cabai rawit membuat sejumlah konsumen harus menyesuaikan pola belanja. Tresiana, warga Kelurahan Giri, Kecamatan Giri, mengaku cukup terkejut dengan kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Harganya naik terus. Karena cabai rawit mahal, terpaksa mengurangi pembelian. Biasanya saya beli setengah kg, kali ini saya hanya beli seperempat kg. Semoga harga cabai rawit segera turun,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa cabai rawit tetap menjadi kebutuhan penting dalam konsumsi rumah tangga. Meski harganya melonjak, masyarakat tetap membeli, meski dalam jumlah lebih sedikit.

Komoditas Lain Relatif Stabil

Di tengah meroketnya harga cabai rawit, kabar baiknya sejumlah komoditas lain di Pasar Banyuwangi terpantau stabil.

Harga cabai merah besar masih berada di kisaran Rp 28 ribu per kg. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual sekitar Rp 40 ribu dan Rp 32 ribu per kg.

Harga tomat dan ranti juga relatif stabil. Sejak beberapa hari terakhir, pedagang menjual tomat dan ranti seharga Rp 8 ribu per kg.

Stabilnya harga sejumlah komoditas tersebut sedikit meredam tekanan belanja masyarakat. Namun, lonjakan harga cabai rawit tetap menjadi perhatian karena komoditas ini termasuk bahan pokok penting dalam berbagai masakan.

Pelaku pasar berharap pasokan segera membaik agar harga cabai rawit kembali normal.

Dengan stabilnya distribusi dan produksi, diharapkan fluktuasi harga yang tajam bisa ditekan sehingga tidak membebani pedagang maupun konsumen. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pasar banyuwangi #harga cabai rawit