RADARBANYUWANGI.ID – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Banyuwangi bersama Perum Bulog terus memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Ramadan.
Dalam sidak yang digelar di sejumlah pasar, tim memantau langsung harga beras dan minyak goreng agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pengawasan dilakukan bersama jajaran Pemkab Banyuwangi, aparat kepolisian, serta tim dari Bulog.
Petugas mengecek harga jual di lapak pedagang sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar tanpa praktik penimbunan maupun permainan harga.
Stok Beras 94.000 Ton, Aman untuk Banyuwangi
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, memastikan stok beras di gudang Bulog dalam kondisi sangat aman.
“Stok beras kita itu mencapai 94.000 ton. Ini sangat meng-cover kebutuhan Banyuwangi. Bahkan kita bisa supply ke daerah yang defisit beras seperti Papua, NTT, dan Bali,” terangnya.
Dwiana mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan. Menurutnya, ketersediaan beras mencukupi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.
Selain beras, stok minyak goreng rakyat juga dipastikan aman. Bahkan, kuota distribusinya mengalami penambahan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang bulan puasa.
Harga Minyak Sesuai HET Rp 15.700
Bulog memastikan minyak goreng rakyat yang disalurkan dijual sesuai HET, yakni Rp 15.700 per liter.
Setiap kios atau pengecer yang mendapat suplai dari Bulog diwajibkan memasang banner dan stiker sebagai penanda resmi.
Langkah ini dilakukan agar konsumen mengetahui harga yang seharusnya dan mencegah adanya pedagang yang menjual di atas ketentuan.
“Apabila nanti terjadi pelanggaran, pasti kita akan memberikan surat peringatan. Bisa-bisa nanti kita suspend, kita putus, tidak kita supply lagi,” tegas Dwiana.
Pengawasan distribusi dilakukan secara ketat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi konsumen dari praktik curang.
Operasi Pasar Hingga 16 Maret
Untuk memastikan harga tetap terkendali dan inflasi daerah terjaga, Bulog bersama Pemkab Banyuwangi dan Bank Indonesia rutin menggelar operasi pasar murah di tiap kecamatan dan pusat keramaian.
Operasi pasar tersebut telah terjadwal setiap hari hingga 16 Maret mendatang. Komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut antara lain beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau.
“Upaya yang kita lakukan untuk memastikan pasokan tetap aman, inflasi terkendali, serta tetap sesuai dengan ketentuan,” jelas Dwiana.
Dengan langkah preventif melalui sidak pasar, pengawasan HET, serta operasi pasar rutin, Satgas Pangan Banyuwangi optimistis stabilitas harga beras dan minyak goreng dapat terjaga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin