Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Okupansi Hotel Banyuwangi Naik di Tengah Efisiensi Anggaran, Desember 2025 Tembus 44,16 Persen

Sigit Hariyadi • Rabu, 11 Februari 2026 | 07:30 WIB

MOMEN SPESIAL: Tamu menikmati ragam kuliner Nusantara pada peluncuran event Sajadah Vol 3 di Kokoon Hotel Banyuwangi, Kamis (5/2).
MOMEN SPESIAL: Tamu menikmati ragam kuliner Nusantara pada peluncuran event Sajadah Vol 3 di Kokoon Hotel Banyuwangi, Kamis (5/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat, sektor pariwisata Banyuwangi justru menunjukkan geliat positif.

Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi, selama Desember 2025 tercatat sebanyak 77.167 orang menginap di hotel-hotel yang tersebar di wilayah kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut. Angka ini mencakup tamu hotel berbintang maupun nonbintang.

BPS mencatat, TPK hotel di Banyuwangi pada Desember 2025 mencapai 44,16 persen.

Artinya, dari setiap 100 kamar hotel yang tersedia, sekitar 44 hingga 45 kamar terisi oleh tamu.

Capaian ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 7,46 poin dibandingkan TPK pada November 2025.

Tak hanya meningkat secara bulanan, okupansi hotel di Banyuwangi juga tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat hunian hotel di Jawa Timur.

Pada periode yang sama, TPK hotel di tingkat Provinsi Jawa Timur berada di angka 38,24 persen.

Untuk kategori hotel berbintang, performa Banyuwangi bahkan semakin menonjol. TPK hotel berbintang pada Desember 2025 mencapai 62,54 persen.

Angka ini lebih tinggi 6,22 poin dibandingkan TPK hotel berbintang di Jawa Timur yang tercatat sebesar 56,32 persen.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang di Banyuwangi juga menunjukkan kinerja positif.

Pada Desember 2025, tingkat hunian hotel nonbintang mencapai 32,24 persen atau lebih tinggi 6,67 poin dibandingkan TPK hotel nonbintang di Jawa Timur yang hanya sebesar 25,57 persen.

Selain okupansi, indikator pariwisata lainnya juga menunjukkan tren positif. Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di Banyuwangi pada Desember 2025 tercatat selama 1,42 hari.

Angka ini lebih tinggi 0,16 poin dibandingkan rata-rata lama menginap tamu hotel di Provinsi Jawa Timur yang berada di kisaran 1,26 hari.

Kepala BPS Banyuwangi Hermanto mengatakan, jumlah tamu hotel di Banyuwangi mengalami lonjakan signifikan pada akhir tahun 2025.

“Jumlah tamu hotel pada Desember 2025 tercatat 77.167 orang yang menginap di hotel berbintang maupun nonbintang. Jumlah ini naik 14.509 orang dibandingkan November 2025 yang tercatat sebanyak 62.658 orang,” ujarnya dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis Senin (9/2).

Dari total jumlah tamu tersebut, mayoritas merupakan wisatawan domestik. BPS mencatat, sebanyak 96,29 persen tamu hotel adalah wisatawan nusantara, sedangkan 3,71 persen lainnya merupakan wisatawan mancanegara.

Wisatawan domestik yang menginap di hotel berbintang mencapai 50,21 persen, sementara yang memilih hotel nonbintang sebesar 46,08 persen.

Adapun wisatawan mancanegara tercatat lebih banyak menginap di hotel berbintang dengan porsi 3,59 persen, sedangkan yang menginap di hotel nonbintang hanya 0,12 persen.

Seiring tren positif tersebut, pelaku industri perhotelan di Banyuwangi juga mulai menyiapkan berbagai program dan event khusus untuk menarik minat wisatawan, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Salah satunya dilakukan oleh Kokoon Hotel Banyuwangi yang berlokasi di Jalan Raya Jember Km 7, Dadapan, Kecamatan Kabat.

Hotel ini menghadirkan event kuliner bertajuk Sajadah Vol 3 yang resmi diluncurkan pada Kamis (5/2).

Event tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berbuka puasa yang hangat dan berkesan bagi para tamu hotel maupun masyarakat umum.

Pada Ramadan tahun ini, Kokoon Hotel Banyuwangi menyediakan tiga pilihan lokasi berbuka puasa, yakni Rooftop Lounge, Garden, serta Ijen Restaurant.

Ketiga lokasi tersebut menawarkan beragam sajian khas Nusantara dengan variasi menu yang berbeda setiap harinya.

General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, mengatakan bahwa Sajadah Vol 3 kembali mengangkat kekayaan kuliner Nusantara sebagai daya tarik utama.

“Kami kembali menghadirkan kekayaan kuliner Nusantara ke dalam sajian Sajadah Vol 3 ini. Harapannya, tamu bisa menikmati momen berbuka puasa dengan suasana yang hangat dan menu yang beragam,” ujarnya.

Dengan tren okupansi yang terus meningkat serta inovasi yang dilakukan pelaku industri, sektor pariwisata Banyuwangi diyakini tetap memiliki daya tahan kuat meski di tengah tantangan efisiensi anggaran. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Hotel Kokoon #efisiensi anggaran #banyuwangi #Okupansi Hotel