Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Ramadan, Dispertan Banyuwangi Gencarkan Vaksinasi PMK, Siapkan 19 Ribu Dosis untuk Ternak

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 11 Februari 2026 | 06:00 WIB

CEGAH PENYEBARAN PMK: Petugas Dispertan Banyuwangi mengecek kondisi sapi di perternakan Kalipuro, Sabtu (7/2).
CEGAH PENYEBARAN PMK: Petugas Dispertan Banyuwangi mengecek kondisi sapi di perternakan Kalipuro, Sabtu (7/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menggencarkan program vaksinasi PMK secara masif dan berkelanjutan.

Sebanyak 19.000 dosis vaksin PMK telah disiapkan dan mulai didistribusikan untuk melindungi hewan ternak di seluruh wilayah Banyuwangi.

Vaksin tersebut menyasar berbagai jenis ternak, seperti sapi, kambing, dan domba yang menjadi komoditas utama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan bahwa vaksinasi PMK terus dilakukan secara intensif, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hewan ternak.

Menurutnya, momen Ramadan dan Idul Fitri identik dengan lonjakan konsumsi daging, sehingga peredaran dan lalu lintas ternak juga mengalami peningkatan signifikan.

“Menjelang bulan Ramadan, Dispertan terus menggencarkan vaksinasi PMK pada hewan ternak dan kegiatan ini terus berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Danang menjelaskan, ribuan dosis vaksin yang telah tersedia saat ini diaplikasikan secara bertahap di seluruh kecamatan di Banyuwangi.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh petugas kesehatan hewan dengan mendatangi langsung kandang-kandang peternak guna memastikan seluruh ternak sasaran mendapatkan perlindungan optimal.

Ia menegaskan bahwa peningkatan lalu lintas ternak menjelang Ramadan dan Idul Fitri berpotensi meningkatkan risiko penularan PMK.

Karena itu, langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini agar Banyuwangi tetap terbebas dari kasus PMK.

“Seiring meningkatnya lalu lintas ternak dan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami berharap tidak ada kejadian PMK di Banyuwangi,” tegasnya.

Selain vaksinasi, Dispertan Banyuwangi juga mengingatkan pentingnya penerapan biosecurity secara ketat di tingkat peternak.

Biosecurity meliputi kebersihan kandang, pengendalian keluar masuk orang dan ternak, serta sanitasi peralatan peternakan guna meminimalkan risiko penularan penyakit.

Tak kalah penting, pembatasan lalu lintas ternak juga menjadi perhatian utama.

Dispertan terus melakukan pengawasan terhadap pergerakan ternak, baik yang masuk maupun keluar Banyuwangi, sebagai bagian dari upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan PMK.

“Kami berharap dengan adanya vaksin PMK ini, ternak menjadi lebih sehat. Dengan dukungan penerapan biosecurity dan pengawasan lalu lintas ternak, kejadian PMK dapat dicegah dan ditanggulangi,” pungkas Danang.

Dengan langkah-langkah tersebut, Dispertan Banyuwangi optimistis ketersediaan hewan ternak menjelang Ramadan dan Idul Fitri tetap aman, sehat, dan layak konsumsi bagi masyarakat. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Vaksinasi PMK #ramadan #dinas peternakan #banyuwangi