Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Konsumsi Meningkat, Ini Produk UMKM Paling Dicari Saat Imlek dan Ramadhan

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 10 Februari 2026 | 08:15 WIB

Momentum Imlek dan Ramadhan berdekatan dinilai mampu mendorong konsumsi UMKM.
Momentum Imlek dan Ramadhan berdekatan dinilai mampu mendorong konsumsi UMKM.

RADARBANYUWANGI.ID - Momentum hari raya Imlek dan Ramadhan yang berlangsung berdekatan pada tahun ini dinilai dapat menjadi pendorong konsumsi masyarakat terhadap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara.

Menurut Bhima, pelaku UMKM perlu melakukan riset mendalam terkait perubahan dan arah tren konsumsi masyarakat.

“Harus ada riset kemana arah tren pola konsumsi masyarakat, misalnya untuk pakaian jadi apa tren baju Idul Fitri 2026,” ujar Bhima, dikutip Antara, Senin (9/2/2026).

Pada momen keagamaan seperti Imlek, produk UMKM yang bersifat tersegmentasi dinilai lebih menarik minat konsumen.

Produk khas Imlek, seperti paket makanan ringan, promosi liburan, hingga aksesori perayaan, berpotensi meningkatkan penjualan.

Selain itu, Imlek juga mendorong permintaan terhadap buah-buahan seperti jeruk Mandarin, aneka kue, dan minuman khas perayaan.

Sementara itu, Ramadhan membuka peluang besar bagi UMKM yang menyediakan perangkat ibadah, makanan beku, pakaian jadi, hingga promosi transportasi dan perhotelan.

Bhima juga menyoroti peluang menjelang Lebaran, seperti jasa penitipan hewan dan parsel Lebaran yang semakin diminati masyarakat.

“Penjualan produk lokal masih punya peluang tumbuh, tapi, akan sangat lokal dan terkait kebutuhan esensial seperti makanan, baju dan transportasi saat mudik,” jelas Bhima.

Ia menegaskan pentingnya fokus pada segmen konsumen tertentu, bukan menyasar pasar yang terlalu umum.

Menghadapi tantangan daya beli dan ketidakpastian ekonomi global, Bhima menyarankan kolaborasi antarpelaku UMKM, misalnya melalui bazar kuliner dan perlengkapan Ramadhan di sekitar masjid.

Pemanfaatan platform digital dan media sosial juga dinilai efektif untuk memperluas jangkauan pasar, disertai pengelolaan stok bahan baku secara cermat agar risiko kerugian dapat ditekan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Imlek #umkm #ramadhan