RADARBANYUWANGI.ID - Daging ayam masih menjadi salah satu sumber protein hewani paling populer di Indonesia.
Selain mudah diolah, harga daging ayam relatif terjangkau dan tersedia dalam berbagai potongan sesuai kebutuhan konsumen.
Mulai dari rumah tangga, pedagang kuliner, hingga pelaku usaha katering, semua bergantung pada pasokan ayam yang stabil dan variatif.
Di pasaran, daging ayam tidak hanya dijual dalam bentuk ayam utuh, tetapi juga dipisah berdasarkan bagian tubuh serta jenis ayamnya.
Setiap potongan memiliki karakteristik rasa, tekstur, hingga kandungan gizi yang berbeda.
Tak heran jika harga per kilogramnya pun bervariasi, tergantung wilayah dan permintaan pasar.
Ragam Bagian Daging Ayam yang Dijual di Pasaran
Secara umum, daging ayam dibagi menjadi beberapa bagian utama. Masing-masing bagian memiliki kegunaan tersendiri dalam dunia kuliner.
- Dada Ayam (Chicken Breast)
Dada ayam dikenal sebagai daging putih dengan kandungan lemak yang rendah dan protein tinggi. Bagian ini banyak diminati oleh pelaku diet sehat, atlet, hingga penggemar menu rendah kalori. Biasanya dijual dalam bentuk fillet tanpa tulang dan kulit. - Paha Atas (Thigh)
Paha atas merupakan daging merah yang lebih berlemak dibanding dada. Teksturnya lebih juicy dan gurih, sehingga cocok untuk berbagai masakan seperti ayam bakar, opor, hingga semur. - Paha Bawah atau Pentung (Drumstick)
Bagian kaki ayam ini menjadi favorit untuk olahan ayam goreng dan ayam panggang. Ukurannya yang pas serta rasa gurih membuat drumstick banyak diminati, terutama untuk sajian cepat saji. - Sayap Ayam (Wings)
Sayap ayam terdiri dari wingette dan drumette. Meski dagingnya tidak terlalu tebal, sayap ayam memiliki cita rasa khas dan kerap diolah menjadi ayam krispi, balado, atau saus pedas manis. - Fillet Ayam
Fillet merupakan daging ayam tanpa tulang, bisa berasal dari dada maupun paha. Praktis dan mudah diolah, fillet banyak digunakan untuk nugget, chicken steak, hingga tumisan. - Kulit Ayam
Kulit ayam memiliki kandungan lemak tinggi dan sering diolah terpisah menjadi keripik kulit atau pelengkap hidangan tertentu. - Jeroan Ayam (Ampela dan Hati)
Ampela dan hati ayam termasuk bagian dalam yang banyak digemari masyarakat. Biasanya diolah menjadi sate, sambal goreng, atau campuran sup. - Punggung dan Ceker
Meski minim daging, punggung dan ceker ayam kerap dimanfaatkan sebagai bahan dasar kaldu karena mampu menghasilkan cita rasa gurih alami.
Bentuk Penjualan Daging Ayam
Di pasar tradisional maupun modern, daging ayam dijual dalam beberapa bentuk, antara lain:
- Ayam utuh atau karkas
- Potongan campur
- Fillet tanpa tulang
- Bagian tertentu sesuai pesanan
Pilihan ini memudahkan konsumen menyesuaikan kebutuhan memasak sekaligus anggaran belanja.
Jenis Ayam Pedaging yang Umum Dikonsumsi
Selain bagian tubuhnya, jenis ayam juga memengaruhi rasa dan harga daging.
a. Ayam Broiler atau Ayam Negeri
Jenis ayam paling umum dikonsumsi masyarakat. Teksturnya empuk, cepat matang, dan harganya relatif terjangkau.
b. Ayam Kampung
Memiliki tekstur lebih kenyal dan rasa yang lebih gurih alami. Ayam kampung sering digunakan untuk masakan tradisional dan biasanya dijual dengan harga lebih tinggi.
c. Ayam Probiotik atau Organik
Dibudidayakan dengan pakan dan perawatan khusus. Dagingnya diklaim lebih sehat dan bebas residu tertentu, sehingga harganya cenderung premium.
Kisaran Harga Daging Ayam Terbaru
Harga daging ayam di Indonesia bervariasi tergantung wilayah dan jenis potongan. Secara umum, harga berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Wilayah Jawa dan sebagian Sulawesi cenderung memiliki harga lebih terjangkau, bahkan di bawah Rp35.000 per kg.
Sementara itu, harga daging ayam di Indonesia Timur seperti Papua Barat bisa menembus lebih dari Rp50.000 per kg akibat faktor distribusi dan logistik.
Dengan memahami bagian dan jenis daging ayam, masyarakat dapat lebih bijak memilih sesuai kebutuhan dan anggaran.
Selain itu, pengetahuan ini juga membantu konsumen mendapatkan hasil masakan terbaik, baik dari segi rasa maupun nilai gizi. (*)
Editor : Ali Sodiqin