RADARBANYUWANGI.ID - Setiap pagi di pasar tradisional, suara tawar-menawar selalu punya irama yang sama.
Namun awal Februari 2026 ini, ada satu komoditas yang terus jadi bahan hitung-hitungan: telur ayam ras.
Bukan karena langka, melainkan karena harganya yang belum sepenuhnya ramah bagi kantong sebagian keluarga.
Di sejumlah pasar dan platform belanja online, harga telur ayam ras terpantau bervariasi, namun cenderung stabil.
Angkanya berada di kisaran Rp28.800 hingga Rp33.850 per kilogram, tergantung lokasi dan jalur distribusinya.
Telur, Lauk Paling Setia di Meja Makan
Bagi banyak keluarga Indonesia, telur bukan sekadar lauk. Ia adalah penyelamat.
Digoreng, direbus, diceplok, atau dijadikan campuran mi instan, telur selalu hadir sebagai pilihan tercepat saat isi dompet harus disesuaikan dengan kebutuhan harian.
“Kalau ayam mahal, ya telur. Kalau ikan naik, ya telur juga,” ujar Siti Aminah, pedagang sayur di Pasar Tradisional Wonokromo, Surabaya.
Namun, meski disebut murah, kenaikan harga beberapa ribu rupiah per kilogram tetap terasa.
Harga Rata-rata Nasional Capai Rp33.850 per Kg
Berdasarkan data per 6 Februari 2026, harga telur ayam ras di pasar tradisional dan pasar umum secara nasional berada di angka sekitar Rp33.850 per kilogram, merujuk pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).
Di beberapa daerah, harganya relatif lebih rendah. Di Pekalongan, misalnya, telur ayam ras tercatat di kisaran Rp28.508 per kilogram.
Sementara itu, telur ayam kampung masih berada di level premium, dengan harga sekitar Rp2.325 per butir.
Perbedaan harga ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pasokan lokal, biaya distribusi, hingga kedekatan dengan sentra peternakan ayam petelur.
Harga di Platform Online Lebih Variatif
Bagi masyarakat perkotaan yang mulai bergeser ke belanja digital, harga telur ayam ras di platform e-commerce juga menawarkan variasi tersendiri.
Per awal Februari 2026, harga telur ayam ras secara online tercatat sebagai berikut:
- Telur Ayam Fresh 1 kg: sekitar Rp31.500
- PG – Telur Ayam Negeri Fresh 1 kg Berkualitas: sekitar Rp33.000
- Telur Ayam Negeri Omega 1 kg Fresh: sekitar Rp29.800
Harga tersebut umumnya dipengaruhi merek, kualitas, hingga kemasan.
Telur dengan label omega atau telur pilihan biasanya dibanderol lebih murah karena promosi, atau justru lebih mahal karena segmentasi pasar.
Belanja Karpet Telur, Lebih Hemat?
Untuk pembelian dalam jumlah tertentu, seperti kebutuhan rumah tangga besar atau usaha kecil, opsi membeli telur per karpet (30 butir) masih diminati.
Di platform Blibli, harga telur ayam ras per Februari 2026 tercatat sebagai berikut:
- Pembelian 10 butir
- Harga: 796 – Rp30.000 per 10 butir
- Pembelian 30 butir (1 karpet)
- Harga rata-rata: 764 per 30 butir
Harga tersebut dapat berubah tergantung lokasi pengiriman, ongkos kirim, serta promo yang sedang berlangsung.
Namun secara umum, membeli dalam jumlah lebih banyak dinilai lebih hemat untuk kebutuhan jangka pendek.
Stabil, Tapi Tetap Jadi Perhatian
Meski belum menunjukkan lonjakan signifikan, harga telur ayam ras tetap menjadi perhatian banyak pihak.
Bagi ibu rumah tangga, selisih Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram bisa berdampak pada pengeluaran bulanan.
Bagi pedagang, stabilitas harga menjadi kunci agar daya beli masyarakat tidak menurun.
“Yang penting jangan naik mendadak. Kalau stabil, orang masih mau beli,” kata Siti.
Telur ayam ras mungkin terlihat sederhana. Namun dari balik cangkangnya, tersimpan cerita tentang daya beli, ketahanan pangan, dan strategi bertahan hidup keluarga Indonesia di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Dan selama harga masih bisa dijangkau, telur akan tetap menjadi lauk setia di meja makan—hari ini, besok, dan entah sampai kapan. (*)
Editor : Ali Sodiqin