Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menperkim Apresiasi BRI, Penyaluran KPR Subsidi Naik 100 Persen Dukung Program 3 Juta Rumah

Ali Sodiqin • Jumat, 6 Februari 2026 | 09:25 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi BRI atas lonjakan KPR Subsidi hingga 100 persen, mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah bagi MBR.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi BRI atas lonjakan KPR Subsidi hingga 100 persen, mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah bagi MBR.

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atas kontribusi signifikan perseroan dalam mempercepat realisasi program perumahan rakyat, khususnya melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Apresiasi tersebut disampaikan Maruarar saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat BRI, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa peran BRI sangat strategis dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

Pembiayaan Rumah Subsidi BRI Naik Dua Kali Lipat

Maruarar mencatat kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi mengalami peningkatan signifikan hingga 100 persen dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, BRI tercatat membiayai sekitar 16 ribu unit rumah subsidi.

Jumlah tersebut melonjak menjadi 32 ribu unit pada 2025, menjadikannya salah satu kenaikan tertinggi di antara bank penyalur KPR subsidi nasional.

“Saya datang ke sini, bertemu dengan Direktur Utama BRI Pak Hery Gunardi untuk mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya. Betul, saya terima kasih sekali. Artinya, ada 32 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang kini dapat memiliki rumah berkat dukungan dan kerja keras BRI,” ujar Maruarar.

Menurutnya, penerima manfaat KPR subsidi BRI berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari petani, nelayan, buruh, asisten rumah tangga, sopir, pengemudi ojek, hingga pekerja sektor informal lainnya.

Dorong Lapangan Kerja dan Perputaran Ekonomi Daerah

Lebih jauh, Maruarar menegaskan bahwa program perumahan rakyat tidak hanya berdampak langsung bagi penerima rumah subsidi, tetapi juga memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian masyarakat.

Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor, mulai dari pekerja bangunan yang terlibat dalam proses konstruksi, pelaku usaha toko material sebagai pemasok bahan bangunan, hingga sopir angkutan yang mendistribusikan material ke lokasi proyek.

“Pembangunan rumah subsidi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup. Banyak sektor yang bergerak dan ikut merasakan manfaatnya,” jelas Maruarar.

Sinergi dengan PNM Mekaar, Perkuat Ekonomi Keluarga

Selain penyediaan hunian layak, Maruarar juga menyoroti pentingnya keberlanjutan manfaat program perumahan hingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Dalam konteks ini, ia mengapresiasi peran ekosistem BRI Group, khususnya melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Menurutnya, Program PNM Mekaar sebagai pembiayaan ultra mikro terbukti efektif membantu ibu rumah tangga mengembangkan usaha, mulai dari kuliner rumahan hingga kerajinan tangan.

“Ini bentuk nyata keberpihakan BRI kepada rakyat kecil. Hunian layak dipadukan dengan penguatan ekonomi keluarga, sehingga kesejahteraan bisa meningkat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Tercatat, hingga saat ini lebih dari 2,8 juta nasabah PNM Mekaar telah naik kelas dan memperoleh akses layanan keuangan lanjutan melalui Pegadaian dan BRI, sehingga mampu mengembangkan usahanya secara lebih luas.

BRI: Negara Hadir untuk Rakyat Kecil

Maruarar menegaskan bahwa kehadiran BRI dalam program pembiayaan perumahan dan ultra mikro merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

“Negara hadir melalui BRI. Negara tidak membiarkan rakyatnya, tetapi hadir untuk membantu dan menyelamatkan, termasuk agar masyarakat terbebas dari praktik rentenir melalui akses pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau,” tegasnya.

BRI Siap Percepat Program Strategis Pemerintah

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyambut baik apresiasi dari Menteri PKP. Ia menegaskan bahwa sebagai bank rakyat, BRI secara konsisten menjalankan mandat bisnis yang berpihak pada segmen masyarakat kecil.

“BRI saat ini memiliki lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan kemampuan distribusi yang luas tersebut, kami dengan senang hati mendukung penyaluran berbagai program pemerintah,” ujar Hery.

Ia menambahkan, kekuatan jaringan BRI menjadi modal penting dalam mempercepat implementasi program strategis pemerintah, termasuk di sektor perumahan.

Realisasi KPR Subsidi Capai Rp16,16 Triliun

Sebagai mitra strategis pemerintah, sepanjang 2025 BRI telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia.

Dari total tersebut, sekitar 97 persen disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema ini berkontribusi langsung dalam mendukung Program 3 Juta Rumah guna memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi MBR.

Dengan capaian tersebut, BRI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ujung tombak pembiayaan perumahan rakyat, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat kecil secara berkelanjutan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bri #Asta Cita #flpp #kpr #MBR #bbri #program pemerintah 3 juta rumah #kpr subsidi