Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BRI Perkuat Akses Pembiayaan UMKM di Batam, Dorong Investasi dan Ekosistem Bisnis Berdaya Saing Global

Ali Sodiqin • Selasa, 3 Februari 2026 | 08:08 WIB

BRI teken MoU dengan BP Batam dan Kementerian UMKM untuk perluas pembiayaan UMKM dan percepat investasi di kawasan perdagangan bebas Batam.
BRI teken MoU dengan BP Batam dan Kementerian UMKM untuk perluas pembiayaan UMKM dan percepat investasi di kawasan perdagangan bebas Batam.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong penguatan investasi serta pemberdayaan pelaku usaha di berbagai daerah.

Terbaru, komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

Penandatanganan MoU ini berlangsung dalam rangkaian Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment yang digelar di Batam, Kamis (29/1).

Kegiatan strategis tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad, Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, serta Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.

Dalam kesempatan tersebut, BRI memperkuat kolaborasi dengan BP Batam melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan.

Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Tak hanya itu, BRI juga menandatangani MoU bersama Kementerian UMKM dan BP Batam terkait Perluasan Akses Permodalan dan Investasi bagi UMKM di KPBPB Batam.

Langkah ini menjadi bentuk konkret dukungan sektor perbankan dalam mempercepat realisasi investasi sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Batam sendiri dikenal memiliki keunggulan strategis sebagai pusat industri manufaktur berbasis ekspor.

Letaknya yang berdekatan dengan Singapura serta berada di jalur perdagangan global menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan unggulan investasi nasional.

Seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur dan arus investasi, sektor logistik, perdagangan, dan jasa di Batam juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Dengan status kawasan perdagangan bebas, Batam memegang peran penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia, baik di tingkat regional maupun global.

Karena itu, penguatan ekosistem investasi yang terintegrasi dengan pemberdayaan UMKM dinilai menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam membangun ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, BRI berkomitmen membangun konektivitas investasi yang utuh, mulai dari masuknya foreign direct investment (FDI), penguatan kawasan industri, hingga pemberdayaan UMKM sebagai bagian integral dari rantai nilai ekonomi,” ujar Riko.

Ia menegaskan, BRI memandang UMKM tidak hanya sebagai penerima pembiayaan, tetapi sebagai mitra strategis dalam ekosistem investasi yang berdaya saing dan mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.

Dalam mendukung kebutuhan investor dan pelaku usaha, BRI mengusung pendekatan BRI One Solution, yakni layanan perbankan terintegrasi yang mencakup pembiayaan, pengelolaan transaksi, hingga pendampingan usaha.

Pendekatan ini diperkuat dengan kehadiran BRI QLola, sebuah platform digital komprehensif yang dirancang sebagai one-stop corporate digital ecosystem.

Melalui QLola, nasabah korporasi dan pelaku usaha dapat mengelola arus kas, transaksi, dan likuiditas secara efisien dan aman.

Fitur yang disediakan meliputi cash and liquidity management, collection (BRIVA, auto debit, dan receivable management), pembayaran domestik dan internasional, payroll, pajak, treasury, hingga layanan trade finance.

Selain layanan perbankan, BRI juga aktif mendorong pemberdayaan UMKM berbasis komunitas.

Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah sebagai wadah penguatan kapasitas, kolaborasi, dan pengembangan usaha di tingkat lokal.

BRI juga menghadirkan LinkUMKM, platform digital yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, mitra usaha, serta akses layanan keuangan. Hingga saat ini, sebanyak 14,98 juta UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM untuk memperluas jangkauan usaha dan mempercepat proses naik kelas.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengumumkan capaian positif realisasi investasi nasional periode Januari–Desember 2025 yang mencapai Rp1.931,2 triliun, atau 101,3 persen dari target Presiden sebesar Rp1.905,6 triliun.

Kontribusi BP Batam terhadap capaian nasional tersebut terbilang signifikan.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Batam mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target Rp60 triliun atau sekitar 15,5 persen di atas sasaran.

“Angka ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan adanya kepercayaan dari pengusaha dalam negeri maupun luar negeri. Investasi ini sangat strategis, sehingga kami berupaya aktif menjemput bola agar realisasi investasi dapat segera terlaksana,” tegas Todotua.

Atas kontribusi tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menganugerahkan 9 Investment Awards kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha.

BP Batam menerima sejumlah penghargaan, antara lain Anugerah Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target Tahun 2025 dan Anugerah Pengembangan Iklim Investasi Tahun 2025, serta kategori penghargaan lainnya yang diberikan kepada pelaku usaha.

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan mampu memberikan dukungan menyeluruh bagi pelaku UMKM di KPBPB Batam.

“Melalui perluasan akses permodalan dan investasi, pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok kegiatan investasi, kami berharap UMKM di Batam dapat naik kelas, menjadi penopang ekonomi lokal, dan berdaya saing di rantai nilai global,” ungkap Helvi.

Sebagai langkah awal atau pilot project, Kementerian UMKM melalui program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) akan segera melakukan pendampingan akses pembiayaan serta pelatihan peningkatan kapasitas usaha bagi UMKM di KPBPB Batam.

Melalui kolaborasi strategis ini, BRI bersama BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM optimistis mampu menciptakan ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Batam serta memperkuat perekonomian nasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bri #QLola #investasi #pendampingan UMKM #bbri #BRI One Solutions