RADARBANYUWANGI.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sepanjang tahun 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia.
Penyaluran tersebut didominasi oleh sektor produksi yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi riil dan penyerapan tenaga kerja.
Capaian tersebut sejalan dengan Asta Cita, khususnya pada pilar penguatan ekonomi rakyat.
BRI memastikan KUR yang disalurkan benar-benar menyentuh sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa BRI senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berorientasi pada sektor produksi.
“BRI terus berupaya mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (1/2).
Ia menyebutkan, lebih dari 60 persen penyaluran kredit BRI diarahkan kepada usaha-usaha produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Hal ini menunjukkan fokus BRI tidak hanya pada kuantitas penyaluran kredit, tetapi juga pada kualitas dan dampak ekonomi yang dihasilkan.
Menurut Akhmad, BRI tidak sekadar menyalurkan pembiayaan KUR, tetapi juga memberikan pendampingan usaha kepada para debitur.
Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses permodalan, namun juga peningkatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
“Pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga kapasitas usaha yang semakin kuat sehingga pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI pada 2025 tetap didominasi sektor produksi yang mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa produktif lainnya.
Sektor-sektor tersebut menyerap 64,49 persen dari total penyaluran KUR BRI.
Dari seluruh sektor produksi tersebut, sektor pertanian menjadi kontributor utama.
BRI menyalurkan pembiayaan KUR ke sektor pertanian sebesar Rp80,09 triliun atau setara 44,97 persen dari total KUR yang disalurkan.
Capaian ini mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memastikan setiap penyaluran kredit dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal ini penting mengingat KUR sepenuhnya menggunakan dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat.
“Kualitas kredit harus tetap terjaga dengan baik karena KUR bersumber dari dana masyarakat yang dipercayakan kepada perbankan,” ungkap Akhmad.
Selain dari sisi nilai penyaluran, jangkauan KUR BRI terhadap rumah tangga juga menunjukkan tren peningkatan.
Hingga Desember 2025, tercatat sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia telah mengakses fasilitas KUR BRI.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2023 yang mencatat jangkauan sekitar 15 rumah tangga, serta 2024 dengan jangkauan 17 rumah tangga.
Peningkatan ini menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pembiayaan produktif.
Secara kumulatif, sejak 2015 hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.435 triliun kepada 46,4 juta penerima.
Capaian ini menegaskan peran strategis BRI dalam mendukung pembiayaan UMKM dan memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sektor usaha rakyat. (*)
Editor : Ali Sodiqin