Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ternak Ikan Gabus dalam Galon, Cara Praktis Budidaya Hemat Tempat dengan Peluang Untung Menjanjikan

Ali Sodiqin • Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:30 WIB

ILUSTRASI AI: Ternak ikan gabus dalam galon jadi solusi budidaya rumahan hemat tempat. Modal kecil, perawatan mudah, berpotensi jadi usaha menguntungkan.
ILUSTRASI AI: Ternak ikan gabus dalam galon jadi solusi budidaya rumahan hemat tempat. Modal kecil, perawatan mudah, berpotensi jadi usaha menguntungkan.

RADARBANYUWANGI.ID - Budidaya ikan kini tak selalu identik dengan kolam besar dan lahan luas.

Di tengah keterbatasan ruang, ternak ikan gabus dalam galon mulai dilirik masyarakat sebagai alternatif budidaya rumahan yang praktis, hemat tempat, dan relatif mudah dilakukan, bahkan oleh pemula.

Metode ini memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai media pemeliharaan. Selain sederhana, cara tersebut dinilai efisien karena ikan gabus dikenal memiliki daya tahan tinggi dan mampu hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah.

Tak sekadar hobi, ternak ikan gabus dalam galon juga membuka peluang usaha kecil skala rumahan.

Dengan modal terbatas dan perawatan yang tidak rumit, budidaya ini dinilai cocok dikembangkan sebagai sumber penghasilan tambahan.

Ikan Gabus Mudah Dibudidayakan

Mengutip buku Panduan Lengkap Bisnis dan Budi Daya Ikan Gabus (2024) karya M. Ghufran H. Kordi K, ikan gabus memiliki keunggulan biologis berupa organ pernapasan tambahan yang disebut diverticula. Organ ini memungkinkan gabus menghirup oksigen langsung dari udara.

Kemampuan tersebut membuat ikan gabus dapat hidup di berbagai kondisi perairan, termasuk air tenang atau minim oksigen seperti rawa dan kolam tadah hujan.

Bahkan, ikan ini dapat ditebar dengan kepadatan relatif tinggi tanpa mudah mengalami stres.

Persiapan Awal Ternak Ikan Gabus dalam Galon

Ada sejumlah tahapan penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai ternak ikan gabus dalam galon.

Pertama, menyiapkan galon. Gunakan galon bekas air mineral yang masih kuat dan tidak bocor. Galon dicuci bersih, lalu bagian atas dipotong sekitar 10–15 sentimeter agar memudahkan pemberian pakan dan pemantauan ikan. Lubang kecil di sisi galon bisa ditambahkan untuk selang aerator jika diperlukan.

Kedua, menyiapkan air media. Galon diisi air bersih setinggi 70–80 persen dari volume. Air sebaiknya diendapkan selama 12–24 jam untuk mengurangi kandungan klorin. Penambahan daun ketapang atau EM4 perikanan dapat membantu menjaga kualitas air.

Ketiga, pemilihan bibit ikan gabus. Bibit yang digunakan sebaiknya sehat, aktif, dan berukuran seragam sekitar 5–7 sentimeter. Dalam satu galon, jumlah ideal bibit berkisar 5–10 ekor agar pertumbuhan tetap optimal.

Keempat, proses penebaran bibit. Bibit dimasukkan secara perlahan dengan metode aklimatisasi. Plastik berisi ikan diapungkan di galon selama 10–15 menit agar suhu menyesuaikan, kemudian ikan dilepas perlahan.

Perawatan Harian yang Relatif Mudah

Pakan menjadi faktor penting dalam ternak ikan gabus dalam galon. Ikan gabus membutuhkan protein tinggi untuk tumbuh optimal.

Pakan bisa berupa pelet apung berprotein tinggi, ikan rucah, cacing sutra, hingga pakan alami seperti Daphnia dan Moina.

Pemberian pakan dilakukan 2–3 kali sehari, dengan dosis sekitar 3–5 persen dari total bobot ikan. Pakan harus diberikan secukupnya agar air tidak cepat kotor.

Selain pakan, penggantian air juga wajib diperhatikan. Air diganti sekitar 20–30 persen setiap 3–4 hari sekali. Jika air tampak keruh atau berbau, penggantian bisa dilakukan lebih cepat.

Menjaga Kualitas Air dalam Galon

Kualitas air menjadi kunci keberhasilan budidaya. Suhu ideal air berkisar 26–30 derajat Celsius, dengan pH antara 4–9 serta kandungan oksigen minimal 1 mg/L.

Karena media galon relatif kecil, fluktuasi suhu dan pH bisa terjadi lebih cepat. Oleh karena itu, galon sebaiknya ditempatkan di area teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Tantangan Ternak Ikan Gabus dalam Galon

Meski praktis, metode ini tetap memiliki tantangan. Salah satunya adalah sifat kanibalistik ikan gabus. Jika ukuran bibit tidak seragam, ikan yang lebih besar bisa memangsa yang lebih kecil.

Selain itu, ikan gabus dikenal aktif dan mampu melompat keluar wadah. Karena itu, galon perlu ditutup dengan jaring atau kawat ram, serta tidak diisi air terlalu penuh.

Penyakit seperti bintik putih juga bisa menyerang jika kualitas air menurun. Ikan yang sakit sebaiknya segera dipindahkan ke galon karantina untuk mencegah penularan.

Panen dan Peluang Pasar

Panen ikan gabus dalam galon umumnya dilakukan setelah masa pemeliharaan sekitar enam bulan. Pada usia tersebut, bobot ikan berkisar 150–200 gram per ekor, ukuran ideal untuk pasar konsumsi.

Proses panen dilakukan secara hati-hati dengan mengurangi volume air secara perlahan, lalu menangkap ikan menggunakan serok halus agar tidak melukai tubuh ikan.

Dari sisi pemasaran, ikan gabus memiliki prospek cerah. Harga benih bisa mencapai Rp300 ribu per seribu ekor, sementara harga ikan gabus konsumsi berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Permintaan datang dari rumah tangga, pelaku usaha kuliner, hingga sektor kesehatan, mengingat ikan gabus dikenal kaya protein dan albumin.

Potensi Usaha Skala Rumahan

Meski hasil dari satu galon tergolong terbatas, sistem ternak ikan gabus dalam galon memiliki keunggulan pada skalabilitas.

Dengan menambah jumlah galon dan mengulang siklus budidaya secara konsisten, volume produksi dan keuntungan bisa meningkat bertahap.

Dengan modal terjangkau, perawatan mudah, serta permintaan pasar yang terus tumbuh, ternak ikan gabus dalam galon dinilai layak menjadi pilihan usaha rumahan dengan prospek jangka panjang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#galon bekas #ternak ikan gabus #budidaya ikan air tawar