RADARBANYUWANGI.ID - Kiprah H Ali Mansur dalam upaya pemenuhan gizi siswa di Banyuwangi tak perlu diragukan.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ia aktif menginisiasi sekaligus mengelola lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, yakni Kecamatan Kabat, Blimbingsari, Rogojampi, Sempu, dan Genteng.
Keberadaan lima SPPG tersebut berkontribusi besar dalam menyediakan makanan bergizi bagi ribuan siswa di Bumi Blambangan secara teratur, terukur, dan berkelanjutan.
Program MBG yang dijalankan tidak sekadar membagikan makanan, tetapi dirancang sebagai intervensi serius untuk mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah.
Menurut Ali Mansur, pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi unggul.
Anak-anak yang memperoleh asupan gizi seimbang dinilai lebih siap mengikuti proses pembelajaran, memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, serta berpotensi tumbuh menjadi sumber daya manusia berkualitas di masa depan.
“Kalau gizinya terpenuhi, anak-anak lebih fokus belajar, jarang sakit, dan tumbuh lebih optimal. Ini investasi jangka panjang untuk daerah,” ujarnya.
Program MBG yang dikelola Ali juga mengusung pendekatan edukatif. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi harian, program ini menjadi sarana edukasi pola makan sehat dan gizi seimbang bagi siswa.
Menu makanan disusun sesuai standar gizi, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan anak.
Seluruh proses pengolahan makanan dilakukan oleh tenaga dapur lokal yang telah mendapatkan pendampingan dan pengawasan.
Dengan demikian, kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Dedikasi Ali Mansur dalam menggerakkan Program MBG mendapat pengakuan dari berbagai pihak.
Pada peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara 2025, ia menerima penghargaan dari Kapolresta Banyuwangi sebagai Mitra Terbaik Polri, atas perannya mendukung pelaksanaan Program MBG bagi siswa di wilayah Banyuwangi.
Pengakuan tersebut semakin menegaskan kontribusi nyata Ali Mansur dalam mendukung pembangunan manusia.
Atas dedikasi dan konsistensinya, Jawa Pos Radar Banyuwangi menganugerahkan Sunrise of Java (SoJ) Award 2026 kepada H Ali Mansur.
Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi atas peran aktifnya dalam memperkuat kualitas generasi muda Banyuwangi.
Ali berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi pemantik bagi lebih banyak pihak untuk ikut terlibat dalam gerakan pemenuhan gizi siswa.
“Ini kerja bersama. Semakin banyak yang peduli, semakin besar manfaatnya bagi anak-anak kita,” tuturnya.
Serap Tenaga Kerja Lokal, Angkat Ekonomi Warga
Program MBG yang digerakkan H Ali Mansur tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi siswa, tetapi juga memberi efek ekonomi nyata bagi masyarakat.
Pengelolaan lima SPPG di Kabat, Blimbingsari, Rogojampi, Sempu, dan Genteng menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi warga sekitar.
Keberadaan SPPG membuka lapangan kerja baru, mulai dari tenaga dapur, pengelola logistik, hingga petugas distribusi makanan.
Seluruh proses operasional melibatkan sumber daya manusia lokal dari berbagai latar belakang pekerjaan, sehingga turut meningkatkan pendapatan dan keterampilan masyarakat di tingkat akar rumput.
Selain penyerapan tenaga kerja, operasional SPPG juga mendorong perputaran produk pangan lokal.
Kebutuhan bahan baku seperti beras, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, sayuran, hingga bumbu dapur dipenuhi dari petani, peternak, dan pedagang setempat.
Pola belanja rutin ini memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan omzet pelaku UMKM dan sektor pertanian.
“Kami ingin pemenuhan gizi berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan produk dan tenaga kerja lokal, manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas,” tegas Ali Mansur.
Dengan pendekatan yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, Program MBG yang digerakkan H Ali Mansur menjadi contoh nyata bahwa intervensi gizi dapat menjadi pengungkit pembangunan manusia sekaligus kesejahteraan masyarakat. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin