RADARBANYUWANGI.ID - Beragam inovasi terus diluncurkan Polresta Banyuwangi dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Salah satu program yang mencuri perhatian publik adalah Mayur Kamtibmas, sebuah pendekatan unik dan humanis yang menggabungkan kepedulian sosial dengan edukasi keamanan.
Melalui program ini, personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polresta Banyuwangi rutin menyambangi pelosok desa setiap Jumat pagi.
Mereka datang bukan dengan pendekatan formal atau represif, melainkan membawa sayur mayur segar yang dibagikan gratis kepada warga.
Di sela-sela pembagian sayuran tersebut, para polisi menyisipkan pesan-pesan penting seputar keamanan lingkungan, toleransi antarwarga, hingga pentingnya gotong royong dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
Pendekatan sederhana namun menyentuh ini dinilai efektif untuk membangun komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat.
Program Mayur Kamtibmas diinisiasi oleh Satbinmas dan telah berjalan sejak awal 2025.
Tujuan utamanya adalah memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui program pembinaan yang lebih membumi dan mudah diterima oleh semua kalangan.
Alih-alih datang membawa imbauan yang terkesan kaku, personel Binmas memilih hadir sebagai sahabat masyarakat.
Warga diajak berdialog santai, menyampaikan keluhan, sekaligus berbagi cerita tentang kondisi keamanan di lingkungan mereka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polresta Banyuwangi dalam menghadirkan wajah Polri yang humanis di tengah masyarakat.
Polisi tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra sosial yang hadir dan peduli terhadap kebutuhan dasar warga.
“Program ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi menjadi jembatan kedekatan antara Polri dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga merasa didengar, dilindungi, dan didampingi dalam menjaga keamanan lingkungannya,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan melalui Kasat Binmas Kompol Basori Alwi.
Menurutnya, pendekatan humanis seperti Mayur Kamtibmas penting untuk menumbuhkan rasa percaya masyarakat kepada Polri.
Dengan kepercayaan tersebut, upaya menjaga kamtibmas dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Respon masyarakat terhadap program ini pun cukup positif. Warga merasa lebih dekat dan tidak sungkan berinteraksi dengan aparat kepolisian.
Situasi ini membuka ruang dialog yang lebih terbuka terkait persoalan keamanan lingkungan, mulai dari potensi gangguan kamtibmas hingga isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Dengan hadirnya program Mayur Kamtibmas, Polresta Banyuwangi tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga membangun jembatan kemanusiaan yang kuat dengan masyarakat.
Melalui pendekatan yang menyentuh kebutuhan dasar warga, diharapkan tercipta sinergi yang erat antara aparat dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, rukun, dan sejahtera. (aif)
Editor : Ali Sodiqin