RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas logam mulia produksi Antam dan yang dipasarkan melalui Pegadaian kembali menjadi perhatian masyarakat pada Selasa (28/1/2026).
Berdasarkan pembaruan harga pagi ini, pergerakan emas terpantau relatif stabil dengan selisih tipis antara harga Antam dan Pegadaian di hampir seluruh pecahan.
Update harga emas antam ini dirilis setiap pukul 08.30 WIB dan menjadi acuan bagi investor maupun masyarakat yang ingin membeli atau menjual emas dalam waktu dekat.
Harga Emas Antam Terbaru
Harga buyback (pembelian kembali): Rp2.806.200 per gram
Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan satuan gram:
- 000 gram
▸ Rp2.908.600.000 - 500 gram
▸454.320.000 - 250 gram
▸265.000 - 100 gram
▸012.000 - 50 gram
▸545.000 - 25 gram
▸812.000 - 10 gram
▸180.000 - 5 gram
▸450.000 - 2 gram
▸876.000 - 1 gram
▸118.000 - 0,5 gram
▸604.000
Harga Emas Pegadaian Terbaru
Update: 28 Januari 2026
Sementara itu, Pegadaian juga merilis harga emas logam mulia dengan rincian sebagai berikut:
- 000 gram
▸ Rp2.931.406.000 - 500 gram
▸465.703.000 - 250 gram
▸852.000 - 100 gram
▸863.000 - 50 gram
▸004.000 - 25 gram
▸561.000 - 10 gram
▸497.000 - 5 gram
▸788.000 - 2 gram
▸959.000 - 1 gram
▸024.000 - 0,5 gram
▸586.000
Selisih Harga dan Strategi Investor
Jika dibandingkan, harga emas Pegadaian umumnya berada sedikit di atas harga Antam pada pecahan besar.
Namun, pada pecahan kecil seperti 1 gram dan 0,5 gram, Pegadaian justru menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan Antam.
Kondisi ini membuat investor perlu cermat dalam memilih tempat pembelian sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi masing-masing.
Untuk investasi jangka panjang dengan volume besar, selisih harga per gram menjadi faktor penting. Sementara untuk investasi bertahap, pecahan kecil dinilai lebih fleksibel.
Dengan harga buyback Antam yang berada di level Rp2,8 juta per gram, emas masih dinilai menarik sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Masyarakat diimbau terus memantau pergerakan harga dan menyesuaikan waktu transaksi agar memperoleh hasil optimal. (*)
Editor : Ali Sodiqin