Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Emas di Vietnam Hari Ini 28 Januari 2026: Pasar Global Tertekan, Emas SJC Tembus Rp 111 Juta per Tael

Ali Sodiqin • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi pergerakan harga emas.
Ilustrasi pergerakan harga emas.

RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas dunia pada Rabu (28/1/2026) bergerak datar dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan aksi ambil untung di pasar global.

Meski demikian, harga emas di pasar domestik Vietnam justru melanjutkan penguatan tajam.

Emas batangan dan perhiasan SJC tercatat melampaui 177 juta dong Vietnam per tael, atau setara sekitar Rp 111 juta.

Harga Emas Global Masih Tertekan

Berdasarkan perdagangan internasional, pada Selasa malam (27/1/2026) pukul 20.15 WIB, harga emas spot dunia berada di level USD 5.068 per troy ounce.

Sementara kontrak berjangka emas Februari 2026 di bursa Comex New York tercatat di USD 4.868 per ounce.

Secara tahunan, harga emas dunia telah melonjak tajam. Dibandingkan awal 2025, harga emas global tercatat naik sekitar 93,1 persen, atau setara kenaikan USD 2.443 per ounce.

Jika dikonversi ke rupiah (mengacu nilai tukar USD dan perhitungan setara Vietnam), harga emas dunia berada di kisaran Rp 101 juta per ounce, masih sekitar Rp 10 juta lebih murah dibandingkan harga emas domestik Vietnam pada penutupan perdagangan Selasa (27/1/2026).

Aksi Ambil Untung Menahan Kenaikan

Harga emas global gagal menembus level psikologis USD 5.100 per ounce dalam perdagangan Asia dan Eropa. Tekanan jual akibat aksi ambil untung membatasi laju kenaikan harga.

Meski demikian, permintaan masih tergolong kuat. Setiap kali harga turun ke kisaran USD 5.050 per ounce, pembelian kembali muncul dan menahan penurunan lebih dalam.

Volatilitas pasar emas meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh ketidakpastian global, pelemahan dolar AS, serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Dolar AS Melemah Tajam

Selama perdagangan Selasa (27/1/2026), dolar AS kembali melanjutkan tren penurunan. Indeks Dolar (DXY) anjlok ke level terendah empat bulan di 96,4 poin.

Dalam sepekan terakhir, dolar AS bahkan mencatat penurunan mingguan terdalam sepanjang tahun ini.

Kondisi tersebut mendorong investor global beralih ke aset lindung nilai, terutama emas.

Meningkatnya ketegangan geopolitik turut mengubah peta investasi global. Sejumlah aset Amerika Serikat tak lagi dianggap sebagai safe haven utama.

Harga Emas SJC Setara Rp 111 Juta

Di pasar domestik Vietnam, harga emas justru melonjak tajam. Jika dikonversi ke rupiah (kurs rata-rata ±Rp 630 per 1.000 dong), harga emas SJC kini berada di level yang sangat tinggi.

Harga Emas SJC (Setara Rupiah):

Kenaikan ini menempatkan harga emas domestik Vietnam di rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Nilai Tukar USD Vietnam Turun

Nilai tukar dolar AS di pasar bebas Vietnam juga mengalami penurunan tajam, turun sekitar 260 dong menjadi 26.390 dong per USD.

Padahal pada November lalu, kurs USD sempat mendekati 28.000 dong per USD.

Pelemahan dolar turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Prospek Harga Emas ke Depan

Tekanan jual di pasar emas dan perak meningkat akibat aksi ambil untung, setelah harga emas melonjak lebih dari 17 persen sepanjang Januari 2026, sementara harga perak melesat hingga 45 persen.

Namun, minat terhadap emas sebagai aset aman tetap kuat. Aliran dana besar terus masuk, tidak hanya dari bank sentral dan ETF emas, tetapi juga dari bank, lembaga keuangan, hingga perusahaan kripto.

Salah satu contoh, Tether, penerbit stablecoin terbesar dunia, dilaporkan membeli tambahan 27 ton emas pada kuartal IV 2025 untuk memperkuat cadangan Tether Gold.

Target Harga Emas Naik, Risiko Tetap Ada

Dalam dua pekan terakhir, sejumlah lembaga keuangan Wall Street menaikkan target harga emas ke kisaran USD 5.400–USD 6.000 per ounce.

Meski demikian, muncul pula peringatan risiko terbentuknya gelembung harga, mengingat lonjakan ekstrem seperti yang terjadi pada 1980.

Kendati demikian, banyak analis menilai prospek jangka menengah dan panjang emas masih cerah.

Tingginya utang global, risiko perang dagang, perebutan bahan baku industri, serta potensi pelemahan mata uang diyakini akan terus menopang harga emas.

Harga emas hari ini, Rabu 28 Januari 2026, bergerak volatil. Pasar global tertahan aksi ambil untung, namun emas domestik Vietnam mencetak rekor baru setara Rp 111 juta per tael, mencerminkan derasnya arus modal menuju logam mulia di tengah ketidakpastian dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#vietnam #28 Januari 2026 #harga emas hari ini #Pasar Global #geopolitik #Harga emas global #amerika serikat