Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PUDAM Banyuwangi Rawat Infrastruktur Air Peninggalan Belanda Sejak 1927, Tetap Optimal Layani Warga

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:30 WIB
PUDAM Banyuwangi merawat tandon dan pipa air peninggalan Belanda sejak 1927. Infrastruktur bersejarah itu masih optimal dan kualitas air tetap terjaga.
PUDAM Banyuwangi merawat tandon dan pipa air peninggalan Belanda sejak 1927. Infrastruktur bersejarah itu masih optimal dan kualitas air tetap terjaga.

RADARBANYUWANGI.ID – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas air bersih sekaligus mempertahankan pelayanan prima kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui perawatan intensif terhadap bangunan tandon dan jaringan pipa peninggalan era Pemerintah Hindia Belanda yang telah beroperasi sejak 1927 dan hingga kini masih berfungsi dengan sangat baik.

Pelayanan air minum di Kota Banyuwangi bermula hampir satu abad lalu.

Tepatnya pada tahun 1927, sistem penyediaan air bersih dibangun untuk memenuhi kebutuhan Pemerintah Hindia Belanda.

Saat itu, pengelolaan air dilakukan oleh badan pemerintah bernama Water Leiding Bedrijf.

Sumber air yang digunakan berasal dari mata air Sumber Gedor. Air tersebut kemudian ditransmisikan menuju bak pelepas tekan di Desa Boyolangu, sebelum akhirnya ditampung di Tandon Penataban dan didistribusikan ke kawasan perkotaan di Bumi Blambangan.

Infrastruktur Masih Kokoh dan Produktif

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abd Rahman mengatakan, PUDAM Banyuwangi berdiri sejak tahun 1927 dan hingga kini bangunan serta infrastruktur peninggalan Belanda tersebut masih terawat dengan sangat baik.

Bahkan, kualitas air yang dihasilkan tetap terjaga dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Bangunan peninggalan Belanda ini kualitasnya masih luar biasa. Sampai sekarang masih kita operasikan dan masih bisa kita nikmati dengan melakukan perawatan dan perbaikan secara berkala,” ujar Rahman.

Menurutnya, meski usia bangunan hampir mencapai satu abad, operasional sistem air minum tersebut masih berjalan optimal.

Karena itu, PUDAM Banyuwangi secara konsisten melakukan perawatan intensif agar infrastruktur bersejarah tersebut tetap berfungsi maksimal.

Miliki Nilai Sejarah Tinggi

Selain memiliki kualitas konstruksi yang kuat, bangunan dan tandon peninggalan Belanda tersebut juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi.

Oleh karena itu, PUDAM Banyuwangi berkomitmen untuk terus melestarikannya.

“Kami memiliki komitmen untuk tetap melestarikan dan memelihara bangunan PUDAM ini. Selain kualitasnya yang sangat luar biasa, bangunan ini juga merupakan cagar budaya,” tegas Rahman.

Ia menjelaskan, hingga saat ini gedung dan tandon utama PUDAM tidak pernah mengalami kebocoran karena dilakukan pemeliharaan rutin.

Sementara itu, untuk jaringan pipa, PUDAM secara berkala melakukan pemantauan serta perbaikan apabila ditemukan kebocoran.

Fokus Revitalisasi Jaringan Pipa

Rahman menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan revitalisasi pada bangunan dan tandon utama karena statusnya sebagai cagar budaya dan kondisinya yang masih sangat produktif. Debit air dari sumber masih stabil dan kualitas air yang dihasilkan tetap terjaga.

“Untuk bangunan, kami tidak melakukan revitalisasi karena statusnya sebagai cagar budaya dan kualitasnya masih sangat baik. Debit air tidak berkurang dan kualitas air juga masih terjaga,” jelasnya.

Namun, revitalisasi tetap dilakukan pada jaringan pipa kecil yang langsung menuju pelanggan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga tekanan air agar tetap optimal.

“Dulu pipa berdiameter satu dim hanya melayani sekitar lima rumah. Seiring waktu, sekarang bisa melayani 10 hingga 20 rumah. Tentu ini berpengaruh terhadap tekanan air, sehingga perlu dilakukan revitalisasi,” katanya.

Target Layanan 24 Jam

PUDAM Banyuwangi menargetkan seluruh pelanggan dapat terlayani dengan tekanan air minimal 0,7 bar selama 24 jam.

Untuk mencapai target tersebut, peremajaan jaringan pipa menjadi fokus utama.

Selain itu, Rahman memastikan seluruh pipa yang digunakan PUDAM Banyuwangi merupakan pipa khusus air minum yang tidak mengandung timbal, sehingga aman bagi kesehatan masyarakat.

“Air yang diproduksi PUDAM Banyuwangi merupakan air sehat dan berkualitas. Kami terus menjaga kualitasnya sampai benar-benar diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (ray)

Editor : Ali Sodiqin
#peninggalan belanda #PUDAM Banyuwangi #Sunrise Of Java Award