Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Emas Dunia Pecah Rekor! Tembus USD 5.000 per Ounce, Investor Berbondong-bondong Cari Safe Haven

Ali Sodiqin • Selasa, 27 Januari 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi aset emas.
Ilustrasi aset emas.

RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas di pasar dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, kembali mencatatkan sejarah baru.

Logam mulia ini diperdagangkan di level sangat tinggi di kisaran USD 5.000 per troy ounce, mencerminkan kelanjutan reli tajam yang telah berlangsung sejak awal pekan dan menjadi puncak lonjakan harga dalam beberapa bulan terakhir.

Data spot internasional menunjukkan harga emas berada di sekitar USD 5.044 per ounce pada perdagangan pagi ini, menguat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Penguatan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat investor global terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah memburuknya sentimen pasar keuangan dunia.

Jika dikonversi secara langsung, harga emas spot global setara dengan sekitar USD 162 per gram.

Sementara di pasar domestik Indonesia, harga emas dalam rupiah cenderung lebih moderat karena dipengaruhi faktor kurs USD/IDR, kebijakan masing-masing platform, serta mekanisme pasar fisik.

Lonjakan Historis Harga Emas Global

Reli emas kali ini tergolong luar biasa. Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas terus menanjak dan bahkan sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa di atas USD 5.100 per ounce pada sesi perdagangan sebelumnya.

Lonjakan ini menjadi respons pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari dinamika geopolitik, kebijakan tarif internasional, hingga kekhawatiran terhadap stabilitas mata uang utama dunia, terutama dolar AS.

Berdasarkan data pasar berjangka, rentang perdagangan emas hari ini bergerak di kisaran USD 5.043 hingga USD 5.074 per ounce.

Rentang tersebut menunjukkan volatilitas yang relatif tinggi, seiring meningkatnya volume transaksi menjelang sejumlah keputusan kebijakan moneter penting dari bank sentral dunia.

Permintaan emas juga didorong oleh pembelian agresif bank sentral dan investor institusional, yang menjadikan emas sebagai penyangga nilai di tengah tekanan pada pasar saham dan obligasi global.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Sejumlah faktor utama dinilai menjadi motor penggerak lonjakan harga emas dunia hingga menembus level psikologis USD 5.000 per ounce.

  1. Ketidakpastian Geopolitik dan Kebijakan Internasional
    Meningkatnya ketegangan geopolitik serta kebijakan tarif antarnegara besar memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global. Dalam kondisi ini, investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang dinilai lebih aman, salah satunya emas. Lonjakan harga emas terjadi seiring meningkatnya permintaan perlindungan nilai terhadap risiko global.
  2. Kebijakan Moneter dan Arah Suku Bunga
    Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS, menjadi katalis penting. Prospek suku bunga yang lebih rendah atau stabil menurunkan biaya peluang memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya meningkat.
  3. Permintaan Fisik dan Investasi Global
    Permintaan fisik emas dari pasar Asia, khususnya India dan Tiongkok, masih kuat. Di sisi lain, arus dana ke produk investasi berbasis emas seperti exchange-traded fund (ETF) menunjukkan peningkatan signifikan, meskipun sempat diwarnai koreksi harian akibat aksi ambil untung.

Dampak ke Pasar Domestik Indonesia

Kenaikan harga emas dunia secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada pasar domestik.

Di Indonesia, harga emas batangan dan investasi logam mulia bergerak mengikuti harga global dengan penyesuaian kurs rupiah terhadap dolar AS.

Data dari berbagai platform perdagangan menunjukkan harga emas domestik berada di kisaran jutaan rupiah per gram, dengan selisih jual dan beli yang mencerminkan kondisi pasar fisik dalam negeri.

Pergerakan ini menjadi perhatian penting bagi investor ritel maupun pedagang emas.

Analis pasar lokal menilai, tren harga emas dunia yang bertahan di level tinggi berpotensi meningkatkan minat investasi masyarakat terhadap logam mulia, baik sebagai instrumen lindung nilai maupun diversifikasi portofolio jangka panjang.

Prospek Harga Emas ke Depan

Harga emas yang terus mencetak rekor dalam beberapa sesi terakhir memicu spekulasi mengenai potensi kenaikan lanjutan sepanjang tahun 2026.

Sejumlah analis memperkirakan emas masih memiliki ruang penguatan lebih lanjut, terutama jika ketidakpastian global berlanjut dan imbal hasil obligasi dunia tetap rendah.

Meski demikian, investor tetap diimbau untuk mencermati volatilitas pasar dan melakukan manajemen risiko yang matang.

Dengan sentimen safe haven yang masih kuat, emas diprediksi tetap menjadi salah satu aset paling diburu di tengah lanskap ekonomi global yang penuh tantangan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#harga emas dunia #harga emas hari ini #27 Januari 2026 #pecah rekor #safe haven