RADARBANYUWANGI.ID - Pergerakan harga perak global pada 25 Januari 2026 mencatat sejarah baru.
Data perdagangan komoditas internasional menunjukkan harga spot silver berhasil menembus level lebih dari US$100 per troy ounce, memecahkan rekor dan menjadi harga tertinggi sepanjang sejarah perdagangan perak.
Lonjakan harga tersebut sekaligus menegaskan momentum kuat yang tengah berlangsung di pasar logam mulia.
Sejak awal tahun, perak tampil sebagai salah satu komoditas dengan kinerja paling impresif, menarik perhatian investor global hingga pelaku industri.
Harga Perak Global Hari Ini
Berdasarkan data terbaru pasar komoditas internasional per 25 Januari 2026, berikut gambaran pergerakan harga perak global:
- Harga spot silver di bursa global berada di kisaran US$100+ per troy ounce, memecahkan rekor historis.
- Volume perdagangan futures melonjak tajam, dengan kontrak Silver Januari 2026 tetap bertahan kuat di atas level psikologis US$100/oz.
- Secara bulanan, harga perak melonjak lebih dari 40 persen.
- Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, harga perak telah naik lebih dari 200 persen, menurut data harga komoditas internasional.
Kenaikan drastis ini menunjukkan kombinasi kuat antara permintaan riil dan sentimen spekulatif di pasar.
Faktor Penggerak Kenaikan Harga Perak
Lonjakan harga perak yang signifikan tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor utama dinilai menjadi pendorong penguatan logam putih ini.
- Kebutuhan Industri yang Tinggi
Permintaan perak di sektor industri mengalami peningkatan tajam, terutama untuk:
- Panel surya,
- Komponen elektronik,
- Baterai kendaraan listrik (EV).
Perak kini tidak hanya dipandang sebagai aset lindung nilai, tetapi juga sebagai logam strategis dalam transisi energi dan teknologi hijau.
Banyak analis mencatat bahwa peran ganda perak—sebagai bahan industri dan aset investasi—menjadi faktor kunci lonjakan harga.
- Geopolitik dan Penurunan Imbal Hasil Aset Konvensional
Ketidakpastian geopolitik global, ditambah ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di sejumlah negara, mendorong aliran modal ke aset non-yield seperti emas dan perak.
Saat imbal hasil instrumen konvensional melemah, investor cenderung mencari perlindungan nilai pada komoditas logam mulia, memperkuat permintaan perak di pasar global.
- Rekor Historis dan Spekulasi Pasar
Tembusnya level psikologis US$100 per troy ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan perak memicu gelombang baru spekulasi di pasar futures dan fisik.
Rekor ini diperkuat oleh:
- Pasokan fisik yang ketat,
- Meningkatnya pembelian oleh sektor industri,
- Masuknya investor ritel dan institusi yang memburu momentum kenaikan harga.
Dampak Bagi Pasar dan Investor
Lonjakan harga perak ke level US$100+ per troy ounce membawa implikasi luas bagi berbagai pelaku pasar.
- Investor logam mulia:
Perak kini menjadi alternatif investasi yang semakin diminati, terutama bagi investor ritel yang mencari diversifikasi selain emas. Permintaan perak batangan dan produk investasi perak diperkirakan terus meningkat. - Perusahaan industri:
Sektor industri yang bergantung pada perak sebagai bahan baku berpotensi menghadapi tekanan biaya produksi, khususnya pada industri panel surya, elektronik, dan teknologi tinggi. - Pasar komoditas global:
Lonjakan harga perak mencerminkan sentimen bullish di pasar komoditas, yang berpotensi menular ke logam lain seperti emas dan platinum, serta memengaruhi saham sektor pertambangan dan mata uang berbasis komoditas.
Prospek Harga Perak ke Depan
Sejumlah analis memperkirakan momentum kenaikan harga perak masih berpotensi berlanjut sepanjang 2026, terutama jika:
- Permintaan industri tetap kuat,
- Pasokan fisik terbatas,
- Kebijakan moneter global tetap mendukung aset komoditas.
Proyeksi pasar menyebutkan harga perak berpeluang bertahan di atas level historis sebelumnya, bahkan membuka ruang kenaikan lanjutan jika tekanan permintaan terus meningkat.
Dengan performa luar biasa di awal tahun, perak kini tidak lagi dipandang sebagai “adik emas”, melainkan sebagai komoditas strategis yang berada di pusat perhatian pasar global. (*)
Editor : Ali Sodiqin