Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Durian Merah Banyuwangi Resmi Kantongi Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia untuk Buah Durian

Ali Sodiqin • Jumat, 23 Januari 2026 | 06:10 WIB

Durian Merah Banyuwangi resmi berstatus Indikasi Geografis. Buah langka bercita rasa khas ini jadi durian IG pertama di Indonesia.
Durian Merah Banyuwangi resmi berstatus Indikasi Geografis. Buah langka bercita rasa khas ini jadi durian IG pertama di Indonesia.

RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan sejarah di sektor pertanian nasional.

Komoditas hortikultura khas daerah berjuluk The Sunrise of Java itu, Durian Merah Banyuwangi, resmi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG).

Penetapan ini menjadikan Durian Merah Banyuwangi sebagai durian pertama di Indonesia yang memperoleh perlindungan IG.

Sertifikat Indikasi Geografis tersebut diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, setelah melalui proses panjang sejak pengajuan awal pada tahun 2023.

“Alhamdulillah, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Dan ini pertama yang ada di Indonesia, IG untuk durian merah,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (21/1/2026), dikutip dari banyuwangikab.go.id.

Kebanggaan Daerah dan Pengakuan Nasional

Ipuk mengaku bangga atas pengakuan pemerintah pusat terhadap salah satu kekayaan hayati Banyuwangi tersebut.

Menurutnya, status IG bukan sekadar sertifikat, tetapi menjadi bentuk perlindungan hukum sekaligus pengakuan atas keunikan produk lokal yang tak dimiliki daerah lain.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat. Pengakuan IG ini diharapkan bisa menjadi alat promosi yang efektif, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus menggerakkan sektor pariwisata Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ia secara khusus menyebut Kecamatan Songgon sebagai sentra utama durian merah Banyuwangi.

Dengan status IG, Ipuk berharap nilai tambah ekonomi di tingkat petani semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak.

“Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya. Karena durian merah Banyuwangi sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain,” ajaknya.

Keunikan Durian Merah Banyuwangi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa Durian Merah Banyuwangi (Durio zibethinus L) memiliki karakteristik yang sangat khas, baik dari sisi warna, rasa, hingga aroma.

“Keunikan durian merah Banyuwangi terbentuk dari kombinasi faktor alam seperti jenis tanah, iklim, dan ketinggian wilayah, serta pengetahuan lokal dan praktik budidaya yang diwariskan turun-temurun,” terang Ilham.

Durian merah Banyuwangi memiliki gradasi warna daging buah yang beragam, mulai dari merah pekat, merah pelangi, hingga merah semburat.

Dari sisi fisik, buah ini berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit berwarna kuning kehijauan.

Karakteristik lainnya meliputi jumlah juring antara 4–7, ketebalan daging 4,2–18,5 milimeter, serta porsi daging yang mencapai 41,7 persen dari bobot buah.

“Secara organoleptik, durian merah Banyuwangi memiliki aroma kuat, rasa manis dan pahit yang seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi tinggi seperti antioksidan dan vitamin C, dengan kadar lemak yang relatif lebih rendah,” jelas Ilham.

Durian Langka dengan Varietas Unggul

Ilham menyebut durian merah Banyuwangi tergolong durian langka. Hingga saat ini, baru tercatat enam pohon induk yang telah terdaftar dalam skema IG, dengan estimasi produksi rata-rata mencapai 4 ton per pohon.

Durian merah Banyuwangi berasal dari enam varietas unggul nasional, yakni Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan.

Keenam varietas tersebut tersebar dan dibudidayakan di sejumlah kecamatan, seperti Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.

“Sejak 2015, Banyuwangi telah mendaftarkan 12 jenis durian lokal sebagai varietas unggul. Dari jumlah itu, enam di antaranya adalah durian merah,” ungkap Ilham.

Produksi Durian Banyuwangi Terus Meningkat

Secara keseluruhan, luas panen durian di Banyuwangi saat ini mencapai 3.262 hektare dengan total produksi sekitar 27.890 ton per tahun.

Sentra produksi tersebar di Kecamatan Songgon, Licin, Glenmore, Kalibaru, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, dan Srono.

Sebagai tindak lanjut penerbitan sertifikat IG, Pemkab Banyuwangi melalui Dispertan telah menyerahkan sertifikat tersebut kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Kecamatan Songgon.

“Dengan perlindungan IG ini, kekayaan genetik lokal Banyuwangi tidak bisa dicuri, diklaim, atau disalahgunakan pihak luar. Ini penting untuk menjaga identitas dan keberlanjutan durian merah Banyuwangi,” pungkas Ilham.

Dengan pengakuan Indikasi Geografis tersebut, Durian Merah Banyuwangi tak hanya semakin dikenal di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang besar menembus pasar internasional sebagai buah eksotis premium khas Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Durian Merah #buah durian #indikasi geografis #banyuwangi