Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bertahan Sejak 2006, UMKM Jakarta Selatan Ini Naik Kelas Berkat LinkUMKM BRI

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:17 WIB
UMKM NM Kitchen Jakarta Selatan berkembang sejak 2006.
UMKM NM Kitchen Jakarta Selatan berkembang sejak 2006.

RADARBANYUWANGI.ID - NM Kitchen merupakan usaha makanan ringan yang berlokasi di Jakarta Selatan dan telah dirintis sejak 2006.

Usaha ini memproduksi beragam camilan dan kue rumahan, seperti nastar, kastengel, cheesecake, brownies, donat, puding, hingga aneka makanan ringan lainnya.

Sejak awal berdiri, NM Kitchen mengandalkan resep keluarga serta menjaga kualitas produk melalui standar produksi yang konsisten.

Pemilik NM Kitchen, Natalia Mutiara, menjelaskan bahwa usaha tersebut awalnya dikelola oleh sang ibu.

Ia mulai terlibat dengan membantu memasarkan produk ke rekan kerja.

Perubahan signifikan terjadi pada 2020, saat Natalia memutuskan mengambil alih usaha secara penuh di tengah pandemi Covid-19.

“Usaha ini dimulai oleh ibu saya pada 2006. Awalnya saya hanya membantu menawarkan kue ke teman-teman kerja. Namun, saat pandemi 2020, kondisi ekonomi dan perubahan pola konsumsi membuat saya memutuskan untuk melanjutkan usaha ini sepenuhnya dan berjualan secara mandiri,” ujar Natalia.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Natalia memanfaatkan LinkUMKM BRI, sebuah platform digital pemberdayaan UMKM yang dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan mendorong kenaikan kelas usaha secara berkelanjutan.

LinkUMKM mengusung pendekatan berbasis data dan teknologi, salah satunya melalui fitur Self Assessment Naik Kelas untuk memetakan kondisi usaha dan memberikan rekomendasi pelatihan yang relevan.

Selain pembelajaran, LinkUMKM juga menyediakan akses pendampingan dan perluasan pasar melalui berbagai fitur, seperti UMKM Smart, Coaching Clinic, Etalase Digital, Komunitas UMKM, serta kanal Media.

Platform ini didukung lebih dari 690 modul pelatihan daring dan luring dan terhubung dengan jaringan Rumah BUMN di berbagai daerah.

Natalia mengungkapkan bahwa ia pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta.

Sejak saat itu, ia aktif memanfaatkan modul pembelajaran, khususnya di bidang manajemen pemasaran, untuk mendukung operasional usaha sehari-hari.

“Setelah mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta, saya mulai mengenal LinkUMKM dan tertarik bergabung. Saya meluangkan waktu untuk mempelajari modul-modul yang tersedia karena materinya sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan usaha,” jelasnya.

Dari sisi pemasaran, NM Kitchen mengandalkan kanal digital seperti WhatsApp dan Instagram untuk menerima pesanan dan berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Sementara itu, proses produksi dilakukan secara mandiri dengan menggunakan bahan baku segar guna menjaga cita rasa dan kualitas produk.

Setiap pesanan diproses sesuai standar yang telah ditetapkan agar layanan tetap konsisten.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa LinkUMKM merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat kompetensi dan daya saing UMKM di Indonesia.

“LinkUMKM dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha melalui pembelajaran aplikatif, pendampingan, dan akses pengembangan pasar. NM Kitchen menjadi contoh bahwa ekosistem pembelajaran yang tepat dapat mempercepat penguatan kapasitas usaha hingga naik kelas. BRI akan terus mendorong UMKM agar semakin tangguh, inklusif, dan siap menjadi penggerak ekonomi nasional,” ujar Akhmad.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#bri #pemberdayaan #umkm #bbri #NM Kitchen #Link UMKM