Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Didorong MBG, Konsumsi Bright Gas di Banyuwangi Tembus 124.988 Tabung

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 20 Januari 2026 | 04:24 WIB
Info Selengkapnya Klik di sini!
Info Selengkapnya Klik di sini!

RADARBANYUWANGI.ID - Konsumsi elpiji nonsubsidi Bright Gas (BG) di Banyuwangi terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Dari total realisasi BG ukuran 5,5 kg, 12 kg dan 50 kg selama 2025, tercatat konsumsi di Banyuwangi mencapai 1.721 MT atau 124.988 tabung.

Peningkatan tersebut dipicu munculnya program makan bergizi gratis (MBG) yang mulai berjalan sejak tahun 2025.

Dalam penerapanya, dapur MBG diwajibkan tidak menggunakan elpiji bersubsidi. Para pengelola SPPG beralih menggunakan Bright Gas, terutama tabung ukuran 50 kg dan sebagian 12 kg.

Agen Elpiji Syifa Mustika, Abdul Kadir mengatakan, peningkatan konsumsi untuk BG naik sampai 25 persen. Kenaikan itu dipicu konsumsi dapur-dapur MBG di beberapa wilayah di Banyuwangi.  

TERUS MENINGKAT: Konsumsi elpiji nonsubsidi Bright Gas (BG) di Banyuwangi terus naik sejak program MBG berjalan.
TERUS MENINGKAT: Konsumsi elpiji nonsubsidi Bright Gas (BG) di Banyuwangi terus naik sejak program MBG berjalan.

"Mereka pakai yang 12 kilogram dan 50 kilogram sehingga konsumsi untuk Bright Gas naik. Kecuali waktu libur sekolah, karena MBG tidak beroperasi jadi konsumsinya normal lagi," ujar Kadir.

Hingga kini ada empat dapur yang dilayani untuk pengisian BG. Jumlah itu bisa bertambah jika tahun ini kembali ada penambahan dapur MBG baru.

"Konsumsinya naik semenjak ada dapur MBG, karena mereka tidak boleh pakai yang subsidi. Saya juga pinjamkan sekitar 50 tabung untuk mempermudah operasional dapur MBG," jelasnya.

Sementara itu, Pertamina mencatat konsumsi BG selama tahun 2025 se-Jatimbalinus yang mencapai 75.039 metrik ton (MT), Jawa Timur menyumbang 38.758 MT.

Khusus Kabupaten Banyuwangi, realisasinya tercatat sebesar 1.721 MT. Area Manager Comm, Rel. & CSR, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan peningkatan konsumsi BG dipicu implementasi program MBG.

Dapur MBG yang tidak diperbolehkan menggunakan elpiji PSO (bersubsidi) membuat konsumsi BG meningkat.

Selain MBG, kenaikan konsumsi BG juga dipengaruhi masifnya sosialisasi elpiji tepat sasaran bersama pemerintah daerah.

Sejumlah sektor yang sebelumnya masih menggunakan elpiji subsidi, seperti hotel, restoran, dan kafe/katering (horeka),  laundry, dan kawasan wisata, mulai beralih ke elpiji nonsubsidi.

"Ditambah lagi, kemudahan layanan delivery Bright Gas yang turut memperkuat peralihan konsumsi,’’ tandasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#bright gas #Mbg #banyuwangi