RADARBANYUWANGI.ID - Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Banyuwangi mulai menunjukkan tren stabil.
Kondisi tersebut terlihat sejak Minggu (18/1), setelah sebelumnya sempat mengalami lonjakan cukup tinggi saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), terutama pada komoditas cabai dan bawang.
Pantauan di Pasar Banyuwangi, harga bahan pangan strategis kini perlahan kembali ke level normal seperti sebelum pergantian tahun.
Stabilnya harga ini disambut positif oleh pedagang maupun pembeli, setelah beberapa pekan terakhir harus menghadapi kenaikan harga yang cukup memberatkan.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Banyuwangi, Wagito, mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir harga bahan pokok berangsur turun dan kembali normal dibandingkan periode libur akhir tahun.
Menurutnya, lonjakan harga saat Nataru memang kerap terjadi setiap tahun.
“Akhir-akhir ini harga bahan pokok sudah mulai stabil dibandingkan sebelum tahun baru. Mulai dari cabai hingga bawang semua kembali ke harga normal,” ujarnya.
Wagito menjelaskan, salah satu komoditas yang sempat mengalami lonjakan paling tinggi adalah cabai rawit merah.
Pada periode sebelum hingga sesudah Tahun Baru, harga cabai rawit merah sempat melambung hingga Rp 60 ribu per kilogram.
“Saat periode sebelum dan sesudah tahun baru, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp 60 ribu per kilogram. Sekarang sudah stabil, harganya sekitar Rp 32.000 per kilo,” jelasnya.
Selain cabai rawit merah, penurunan harga juga terjadi pada cabai merah besar.
Jika saat momen Nataru harganya sempat menyentuh angka Rp 30 ribuan per kilogram, kini turun cukup signifikan.
“Sekarang harganya sudah turun, cuma Rp 20.000 per kilogram,” tambah Wagito.
Kondisi serupa disampaikan Trik, pedagang lainnya di Pasar Banyuwangi. Ia menyebutkan bahwa harga bawang merah yang sebelumnya sempat melonjak kini juga mulai kembali normal.
“Sebelum tahun baru, harga bawang merah hampir mendekati Rp 50 ribu per kilo. Sekarang sudah turun menjadi Rp 35.000 saja,” ujarnya.
Menurut Trik, kenaikan harga bahan pokok pada momen Nataru merupakan siklus tahunan yang sudah lazim terjadi.
Meningkatnya permintaan masyarakat selama libur panjang kerap menjadi pemicu utama lonjakan harga di pasar.
“Memang ini sudah menjadi siklus tahunan. Waktu Nataru harga naik, setelahnya pasti kembali normal. Begitu juga nanti ketika memasuki bulan puasa, biasanya harga kembali naik,” tuturnya.
Para pedagang berharap stabilnya harga bahan pokok ini bisa bertahan dalam beberapa waktu ke depan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, pembeli juga berharap pasokan tetap lancar agar harga tidak kembali melonjak secara tiba-tiba. (ray)
Editor : Ali Sodiqin