Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Sukses Produksi Semangka, Wabup Mujiono Ikut Panen Raya

Ali Sodiqin • Minggu, 18 Januari 2026 | 21:30 WIB
Wabup Banyuwangi Mujiono panen raya semangka di Lapas Banyuwangi. Program SAE jadi upaya pembinaan warga binaan dan dukung ketahanan pangan nasional.
Wabup Banyuwangi Mujiono panen raya semangka di Lapas Banyuwangi. Program SAE jadi upaya pembinaan warga binaan dan dukung ketahanan pangan nasional.

RADARBANYUWANGI.ID - Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melakukan panen raya semangka di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Banyuwangi, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Banyuwangi tidak hanya dikenal sebagai daerah agraris, tetapi juga konsisten mengembangkan sektor hortikultura, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Panen raya tersebut diikuti Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Timur Kadiyono, para Kepala Lapas se-Jawa Timur, jajaran petugas pemasyarakatan, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Banyuwangi yang terlibat langsung dalam pengelolaan lahan.

Lahan Hibah Pemkab, Dikelola untuk Ketahanan Pangan

Lahan SAE Lapas Banyuwangi merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan luas sekitar 2,2 hektare.

Area tersebut dimanfaatkan secara produktif untuk berbagai komoditas pangan, mulai dari padi, jagung, sayuran, semangka, hingga peternakan lele sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Dalam panen raya kali ini, luas tanaman semangka non biji yang dipanen mencapai sekitar 2.500 meter persegi dengan estimasi hasil sekitar 3.000 kilogram.

Selain itu, masih terdapat sekitar 1.000 meter persegi tanaman semangka lain yang siap dipanen dalam waktu sekitar 20 hari ke depan dengan perkiraan produksi 1.000 kilogram.

Sinergi Pembinaan dan Pemberdayaan

Wabup Mujiono menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Pemkab Banyuwangi, Ditjenpas, serta Lapas Banyuwangi dalam mengelola lahan SAE.

Menurutnya, program ini selaras dengan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada optimalisasi lahan, pemberdayaan sumber daya manusia, dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya sinergi antara Ditjenpas, Kakanwil, dan Kalapas Banyuwangi. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberi keterampilan nyata bagi warga binaan,” ujar Mujiono.

Ia berharap, keterampilan bertani yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Setelah keluar dari lapas, mereka punya keterampilan dan bisa diterima di masyarakat. Harapannya, masa depan mereka lebih baik dan tidak kembali terjerumus pada persoalan hukum,” imbuhnya.

Bagian dari Panen Raya Serentak Nasional

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur Kadiyono menjelaskan bahwa panen raya semangka di Lapas Banyuwangi merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto.

“Di Lapas Banyuwangi, kami memanfaatkan lahan seluas 2,2 hektare untuk menanam padi, semangka, jagung, sayuran, serta budidaya lele. Ini bentuk kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di Banyuwangi,” kata Kadiyono.

Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian

Dalam pelaksanaannya, pengelolaan lahan SAE melibatkan langsung warga binaan dengan pendampingan petugas lapas.

Mereka telah dibekali keterampilan pertanian melalui kerja sama Lapas Banyuwangi dengan Dinas Pertanian Banyuwangi.

“Mayoritas warga binaan berasal dari Banyuwangi. Dengan keterampilan bertani, mereka memiliki peluang menciptakan pekerjaan sendiri setelah bebas. Ini juga menjadi salah satu cara menekan angka kriminalitas,” ujarnya.

Hasil Panen untuk Sosial

Tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, hasil panen semangka juga memiliki nilai sosial.

Sebagian hasil panen dijual, dan pendapatannya akan disalurkan untuk membantu korban bencana di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Melalui program SAE ini, Lapas Banyuwangi tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga berkontribusi dalam ketahanan pangan, pemberdayaan warga binaan, serta penguatan nilai sosial dan kemanusiaan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Ketahanan Pangan #Panen Raya #Semangga #lapas banyuwangi #napi asimilasi